Antara Pacet dan Cipanas Masih Misteri, Jumat Nanti Bakal Terungkap

Antara Pacet dan Cipanas Masih Misteri, Jumat Nanti Bakal Terungkap


CIANJUR.  Maharnews.com - Perbedaan lokasi pembangunan rest area Puncak yang berbeda antara fakta di lapangan dengan informasi tender di laman resmi LPSE Kabupaten Cianjur belum menemukan titik terang. Pasalnya Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekertariat Daerah (Setda) Cianjur belum dapat memastikan sebab terjadinya perbedaan tersebut.

Kepala Bagian Barjas, Yudi Ferdiana melalui Kasubag Pengadaan Barjas, Jatnika Yusep belum bisa menyebut asal perbedaan itu. Tetapi ia menerangkan ada 2 kemungkinan sebab terjadinya perbedaan tersebut.

"Kemungkinan pertama, kalau memang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur lokasinya sudah jelas Kecamatan Cipanas lalu kemudian muncul (di laman LPSE Kabupaten Cianjur, red) di Kecamatan Pacet, berarti itu betul kesalahan input data di Barjas. Kemungkinan kedua, lokasinya dari PUPR sudah benar di Pacet dan Kami (Barjas) input juga di Pacet, berarti tidak ada masalah di Barjas," terangnya saat ditemui di kantornya, Rabu (6/3/2019).

Kalau sudah sesuai, lanjut Jatnika kemudian lokasi pekerjaan berubah menjadi Kecamatan Cipanas, berarti ada perubahan kontrak kerja. Pada dasarnya, Barjas dalam mencantumkan lokasi pekerjaan didasarkan beberapa dokumen.

"Pencatuman lokasi pekerjaan didasarkan RAB, ataupun KAK, spesifikasi teknis dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)," sambungnya.

Ditanya terkait statement PPK Dinas PUPR yang mengaku tidak memasukkan lokasi spesifik pembangunan rest area Puncak, Jatnika menegaskan hal itu tidak mungkin terjadi. Walaupun ada kesalahan lokasi pekerjaan pasti ada adendum atau revisi sebelum penandatanganan kontrak.

"Ya ada adendum perubahan lokasi," sebutnya.

Meskipun secara implisit Jatnika menyebutkan kecilnya kemungkinan terjadi kesalahan input di Pokja Barjas, namun ia belum bisa menegaskan hal itu. Jatnika akan segera mengonfirmasi ke Pokja Barjas, ketika ada jawaban akan segera diinformasikan, apakah memang terjadi kesalahan input atau tidak.

"Kalau memang ada keliru ya kita akui keliru. Pastinya Jumat (8/3/2019) nanti kang informasinya," tuturnya.

Terlepas dari perbedaan lokasi, Jatnika membeberkan prosedur, alur dan persyaratan yang harus tersedia sebelum tender dapat dilaksanakan.

"Harus jelas nama kegiatannya, harus jelas besaran pagunya, harus jelas lokasinya dan kalau ada perubahan harus diadendum. Sedangkan alurnya, dari PPK melakukan pengajuan ke Pokja, lalu dikaji ulang, jika sudah sesuai baru dilelangkan dan dokumen yang harus ada, KAK, HPS, spesifikasi teknis dan diantaranya diwajibkan lokasi pekerjaan," bebernya.

Ditanya pendapatnya apabila lokasi tersebut terbukti berbeda, menurut Jatnika hal itu bakal jadi temuan hanya saja kesalahan administratif, pasalnya lokasi yang ditentukan Kecamatan Pacet tetapi kenapa dibangunnya di Cipanas.

"Tetapi jika melihat nama kegiatan yaitu pembangunan rest area puncak, tidak ada yang lain hanya ada di Kecamatan Cipanas, rekanan yang lelang kemungkinan besar sudah mengetahui hal itu," pungkasnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar