Banyak Mengaku Salah, Rosidin : Maafin yah...

Banyak Mengaku Salah, Rosidin : Maafin yah...

Foto : Rosidin saat bersaksi di sidang lanjutan kasus korupsi DAK yang menjerat Bupati Non Aktif Kabupaten Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (1/7/2019).


BANDUNG. Maharnews.com - Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin berulang kali menyampaikan pengakuan kesalahan saat sidang lanjutan korupsi DAK Cianjur dengan terdakwa Bupati non aktif, Irvan Rivano Muchtar (IRM) yang di gelar di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (1/7/2019).

Sekitar puluhan kali Rosidin mengaku salah dalam menjawab pertanyaan baik dari majelis hakim, jaksa penuntut umum (JPU) KPK maupun penasehat hukum IRM. Berikut rangkuman kesaksian yang diucapkannya saat memberikan keterangan. 

“Maaf yang mulia kami tidak sempat hitung satu persatu, itu kesalahan saya sendiri,” ucap Rosidin menjawab pertanyaan hakim ketua terkait kurangnya uang yang seharusnya jika berdasarkan pengakuannya sisa 705 juta, tetapi saat OTT KPK terjadi uang yang disita hanya berjumlah 597 juta, ada selisih 108 juta.

“Maaf, Saya yang salah,” sesal Rosidin saat didesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK terkait ide siapa penambahan potongan dana DAK yang awalnya hanya 7 persen.

“Begini, saya beri masukan saja ke pak Kadis dan pak Kadis menyetujui, kalau saat itu pak Kadis menolak tidak dilanjutkan. Iya saya yang salah,” ucap Rosidin saat menjawab beberapa pertanyaan sekaligus oleh JPU KPK terkait ide pemotongan 8 persen untuk Dinas, apakah dari dirinya atau bukan. 

Mendengar keterangan tersebut, JPU KPK menanggapi bahwa ini sudah terjadi, tetapi belum sempat JPU KPK melanjutkan ucapannya, tiba-tiba perkataanya dipotong oleh Rosidin.

“Maafin yah...,” celetuk Rosidin yang sontak disambut tawa oleh seluruh penonton sidang yang hadir. 

Celetukan Rosidin ternyata membuat JPU KPK kesal dan menasehatinya dengan nada tinggi terkait dampak inisiatifnya yang memotong dana DAK terhadap dunia pendidikan terutama generasi penerus bangsa. (wan/nuk)
 



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar