Berita Dianggap Hoaks, Nana Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Dianggap Hoaks, Nana Siap Tempuh Jalur Hukum

Foto : Nana Setiawan (Ist)



CIANJUR. Maharnews.com - Pemberitaan terkait Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Bunisari yang hanya menerima beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) delapan (8) kilogram bakal berbuntut panjang. Pasalnya, setelah informasi tersebut mencuat ke publik, muncul berita tandingan yang memastikan bahwa pemberitaan itu adalah hoaks.

Tak ayal, berita tandingan tersebut seakan menuding sang penulis berita, Nana Setiawan sebagai penyebar hoaks. Padahal dalam pemberitaan memiliki sumber jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. Merasa sudah dicemarkan nama baiknya, Ia siap menempuh jalur hukum guna membersihkan namanya.

Nana Setiawan mengatakan telah menjadi kuli tinta sejak belasan tahun lalu, namun baru kali ini karya jurnalisnya dianggap hoaks. Jelas ini sudah termasuk pencemaran nama baik yang diatur dalam UU ITE.

"Saya siap tempuh jalur hukum untuk membersihkan nama saya," ungkapnya, Minggu (3/11/2019).

Nana mengingatkan definisi hoaks menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sudah secara gamblang disebutkan bahwa hoaks itu berita bohong, berita tidak bersumber. Padahal jelas di dalam pemberitaan yang ia tulis ada keterangan ketua RT, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bahkan Camat.

"RT dan BPD itu dipilih masyarakat, bukan mereka sendiri yang mendeklarasikan diri, sehingga keterangannya menjadi sumber jelas. Sedangkan KPM yang namanya ingin disembunyikan itu sudah umum di pemberitaan, karena khawatir ada intimidasi setelah mencuat ke publik," sebutnya.

Nana mengaku sudah berbicara kepada narasumber dan mereka siap menjadi saksi dalam perkara pencemaran nama baiknya. Bukan saksi untuk membela dirinya, tetapi saksi yang memastikan bahwa itu fakta di lapangan.

"Hasil diskusi dengan narasumber, mereka siap menjadi saksi bahwa fakta di lapangan memang seperti itu. Mereka juga menyayangkan fakta di dalam pemberitaan itu dianggap hoaks," tegasnya.

Nana menegaskan akan melaporkan narasumber yang ada dalam pemberitaan yang menyebut KPM Bunisari menerima delapan kilogram beras itu hoaks. Apalagi hasil penelusuran terbaru ternyata ada perangkat Bumdes yang berprofesi sebagai pemilik e-warong.

"Kita lihat nanti, kata hoaks itu muncul dari perangkat desa, e-warong, TKSK Kecamatan atau malah pihak lain. Biar nanti polisi yang memeriksa biar jelas semuanya," cetusnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Tulis Komentar

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

Semua Komentar

Komentar