Berprofesi Guru, Kinerja Kades Jambudipa Dipertanyakan

Berprofesi Guru, Kinerja Kades Jambudipa Dipertanyakan

Foto : Facebook desa Jambudipa



CIANJUR. Maharnews.com - Jabatan kepala desa (Kades) menjadi amanat masyarakat yang memilihnya. Namun, berbeda dengan yang dialami oleh Kepala Desa (Kades) Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, karena memiliki profesi ganda kinerjanya menjadi pertanyaan.

Kades Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, Asep Abdullah membenarkan jika dirinya berprofesi ganda. Ia mengaku berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah yang didirikan oleh yayasan.

"Itu bukan sekolah negeri, tetapi yayasan," ucapnya saat ditemui di kantornya, Selasa (10/9/2019).

Asep menceritakan tidak ada teguran dari kecamatan terkait profesi sampingannya itu, bahkan dirinya telah berprofesi sebagai guru di sekolah itu sejak tahun 2004. Hingga kini pun, profesinya sebagai guru masih terus berjalan.

"Masih sampai sekarang. Kan dekat ini sekolahnya masih di Jambudipa, masih tak mengganggu jam kerja (sebagai kades, red)," ungkapnya.

Asep menyebut profesi gandanya itu tidak mempengaruhi kinerjanya sebagai kepala desa. Seluruh pelayanan berjalan dengan baik.

"Tidak ada permasalahan dengan masyarakat," sebutnya.

Informasi yang dihimpun, Asep Abdulah saat ini memiliki tiga jabatan sekaligus, yakni menjadi Kades Jambudipa dan Guru SMP PGRI Warungkondang serta menjadi ketua Yayasan sekolah tersebut. Asep dilantik menjadi Kades Jambudipa 26 Juli 2016 dengan periode kepemimpinan hingga 2022 mendatang.

Selain itu, Asep rupanya pernah dilaporkan di laman lapor.go.id karena profesinya itu. Dalam laporan tertera tanggal 25 Juli 2017 dan secara jelas dalam deskripsi laporan disebutkan bahwa pelayanan pemerintah desa terganggu, berikut isi laporannya.

"Kades jambudipa kecamatan warungkondang mengajar di waktu jam kantor Jadi kalau warga ada perlu kadang harus nyari ke sekolah smp PGRI 235 warungkondang mohon perhatiannya," tulis si pelapor dengan Tracking ID : #1830606 (terverifikasi).

Terpisah, Camat Warungkondang, Chandra Dwi Kusumah belum mengetahui informasi tersebut. Ia akan segera melakukan klarifikasi kepada Kades Jambudipa terkait hal tersebut.

"Kalau memang itu benar adanya, kita akan bertindak tegas karena ini sudah tidak bisa ditoleransi. Rangkap jabatan itu tidak boleh terjadi, secepatnya kita akan klarifikasi," tegas camat beberapa waktu lalu.

Sementara, ketua APDESI Kecamatan Warungkondang, Asep Yuliarso Hartono membenarkan terkait rangkap jabatan tersebut, namun pihaknya mengaku bahwa Kades Jambudipa tidak akan melanjutkan jadi kades.

"Ya, pada waktu itu dia pernah mengatakan tidak akan melanjutkan jabatan kades dan katanya tidak akan mencalonkan lagi," katanya. (wan/nn)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar