Dituding Potong Dana PKH, Pendamping Buka Suara

Dituding Potong Dana PKH, Pendamping Buka Suara

Foto : Screenshot kolase foto yang diposting di medsos



CIANJUR. Maharnews.com - Berawal dari postingan di media sosial (Medsos) yang menduga adanya penggelapan dana Program Keluarga Harapan (PKH), Pendamping beri penjelasan, Senin (16/8/2019). Hasil cross check data penerima PKH, nama yang dimaksud tidak ditemukan.

Postingan tersebut pertama kali di upload tanggal 12 September 2019. Hingga berita dinaikkan, postingan itu sudah mendapat 40 like dan 21 komentar, berikut isi postingannya.

"Namanya Ibu Edah berasal dari Desa Pamoyanan kec Cibinong Kabupaten Cianjur punya kartu KIS dan Kartu Keluarga Sejahtera tetapi sampai saat ini belum pernah terima uang PKH pertanyaannya kenapa orang yang punya kartu dan memang layak menerima bantuan tersebut sampai gak menerima keadaannya sekarang sedang terbaring sakit di RSUD Cianjur" tulisnya dalam postingan.

Postingan tersebut dilengkapi dengan beberapa foto kartu identitas, bahkan foto kondisi Ibu Edah yang sedang terbaring sakit pun turut diposting.

Memastikan kebenaran info tersebut, mahar mencoba klarifikasi kepada pendamping PKH Kecamatan Cibinong, Lisna Hindayanti. Namun, Ia membantah tegas isi postingan yang menyudutkan dirinya.

Lisna Hindayanti menerangkan bahwa nama Ibu Edah tidak termasuk dalam penerima PKH. Hal itu dipastikan berdasarkan data yang dimilikinya.

"Dua tahun saya bertugas sebagai pendamping PKH di Kecamatan Cibinong, sudah saya cek nama Ibu Edah tidak masuk dalam daftar penerima dana PKH," bantahnya saat dihubungi melalu pesan aplikasi.

Lisna juga telah memastikan nama Ibu Edah ke pendamping PKH sebelum dirinya bertugas di Kecamatan Cibinong, nama itu juga tidak ditemukan. Ia menerangkan pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) belum tentu menjadi penerima PKH, karena berbeda program.

"Tidak semua pemilik KKS menjadi anggota PKH, bisa dicek ada kartu PKH nya atau tidak," terangnya.

Lisna menegaskan kembali bahwa postingan itu tidak benar dan siap untuk memberikan penjelasan. 

"Saya membantah tegas informasi yang beredar si medsos dan Saya siap apabila ada yang meminta penjelasan terkait hal tersebut," pungkasnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar