Dua TKW Sakit Keras di Arab Saudi, Lagi Lsm FPMI Jadi Penyelamat

Dua TKW Sakit Keras di Arab Saudi, Lagi Lsm FPMI Jadi Penyelamat

Foto : Ketua Lsm FPMI Dhani Rahmad saat melakukan penjemputan PMI


CIANJUR. Maharnews.com - Tuhan tak akan merubah nasib manusia, sebelum orang itu merubah nasibnya sendiri. Seperti halnya dua TKW asal Kabupaten Cianjur.

Dikatakan Dhani Rahmad ketua Lsm Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) DPD Kabupaten Cianjur, Rabu (10/7/2019).

Mereka berangkat kenegri orang dengan maksud untuk merubah nasib, meninggalkan suami, anak, dan keluarga dengan satu harapan murubah ke adaan dari keterpurukan ekonomi, kendati keterbatasan kemampuan.

TKW atau PMI, yakni Imas Masriah binti Jajang Oot, warga Kampung Pasir Kemuning Rt 05/01 Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, dan Deti binti Ojat, warga Kampung Ciguha Rt01/08 Desa Cimalati Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, saat berada di Arab Saudi Arabia, keduanya mengalami sakit keras.

"Sehingga kedua TKW tersebut, dipulangkan majikannya dengan bantuan Lembaga Swadaya Masyarakat (Lsm) Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) DPD Kabupaten Cianjur,"Ujarnya.

Rudi suami Imas Mariah menuturkan, atas nama keluarga PMI kita sangat berterimakasih atas bantuan Lsm FPMI yang telah berusaha membantu memulangkan istri saya, yang mengalami sakit keras di negara timur tengah Arab Saudi.

Kita bersyukur bahwa istri saya pulang atas bantuan FPMI.

"Mudah-mudahan FPMI jadi lembaga tumpuan para migran indonesia, karena tanpa kita bayar sepeserpun pihaknya dengan sukarela membantu kami yang sedang kesulitan,"Ucapnya.

Sementara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, melalui Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Ricky mengatakan, Intinya kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-bersarnya.

Karena bagaimanapun juga, yang namanya itu forum pekerja migran itu sudah ada di Cianjur, Garda BMI, Astakira, memang itu adalah mitra kerja kami.

"Dan FPMI dalam rangka proses perlindungan pekerja migran. Karena memang tidak seluruhnya pula pekerja migran itu, terkadang di selesaikan oleh pihak pemerintah. Seperti halnya yang dilakukan FPMI ini sendiri, mungkin dengan jalurnya sendiri mereka bisa memulangkan TKI atau PMI yang bermasalah,"Imbuhnya.

Yang artinya kami mengucapkan terimakasih, karena memang data PMI ilegal itu tidak ada data, karena mereka berangkat tanpa sepengetahuan dinas.Kami hanya mengetahui, mungkin sudah terjadi permasalahan, karena biasanya ditembuskan dari kedutaan besar republik indonesia (KBRI),"Lanjut Ricky.

Itu dari KBRI penempatan kementerian luar negri (KEMENLU) direktorat perlindungan WNI, BMI, itu biasanya ada tembusan kedinas untuk ditindaklanjuti.Munkin inipun kalau misalkan penanganannya kemarin ke Kemenlu biasnya dengan BNP biasanya ada tembusan kedinas.

"Mungkin ini penanganan secara mandiri oleh pihak FPMI, maka kami ucapkan banyak terimakasih, jelas FPMI menjadi mitra bagi kami dalam rangka penanganan perlindungan pekerja migran,"Tutupnya. (Nn)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar