Eh...Ada Pesan Lagi Buat "Bapak" Rumah Warga Miskin Ambruk
Tak Tersentuh Program Rumah Tidak Layak Huni

Eh...Ada Pesan Lagi Buat "Bapak"  Rumah Warga Miskin Ambruk

Foto : Inilah kondisi rumah milik keluarga Kosasih, nampak atap sudah nyaris roboh


CIANJUR. Maharnews.com - Masyarakat miskin di Kota tatar santri masih banyak yang menempati rumah tidak layak huni. 

Padahal program Rehabilitas RTLH yang bertujuan meningkatkan rumah yang tidak layak menjadi layak huni (RLH) belum bisa menyentuh secara menyeluruh. 

Pasalnya masih banyak ditemukan masalah rumah tidak layak huni di sejumlah desa yang ada wilayah Kabupaten Cianjur.

Seperti rumah milik Kosasih keluarga miskin warga kampung Padabeunghar Rt 03/08 Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong. Kondisinya sudah rusak parah dan nyaris roboh. 

Keluarga Kosasih berharap ada uluran tangang baik dari pihak pemerintah kabupaten maupun dari pihak donatur. 

"Kita hanya bisa berharap pak.. karena apapun alasannya kita hanya keluarga tidak mampu, untuk makan saja sulit kita dapati, terlebih kerja suami hanya mengandalkan kuli bangunan yang gajinya tidak menentu," Ungkap Neneng Sumyati Istri Kosasih seraya meneteskan air mata.

Selain Neneng menambahkan, Apalagi kondisi saya tidak bisa membantu suami, karena saya dalam ke adaan sakit radang otak, ditambah anak saya sakit hernia," Ucap dia dengan nada sedih.

Ketua Karangtaruna kampung Padabeunghar, Asos turut memberikan keterangan, Memang  keluarga Kosasih ini sangatlah memprihatinkan ke adaanya. Disamping mereka tinggal di rumah yang kondisinya nyaris roboh.

"Sebenarnya kita juga bersama seluruh warga kampung Padabeunghar saat ini tengah mengumpulkan dana dan matrial untuk membantu perbaikan rumah keluarga tersebut. 

Namun sejauh ini dana maupun matrial belum cukup untuk membangun rumah tersebut, dan harapan kita semoga ada pihak -pihak yang mau investasi guna untuk keberlangsungan pembangunan rumah ini.

"Harapannya kepada pemerintah daerah (Pemda) Cianjur untuk dapat segera membantu menanggulangi rumah tersebut. Karena kondisi rumah bisa dikatakan mengancam keselamatan penghuni." Harapnya.

Sementara mantan Kades Gekbrong Dadang Hikmat Sudarni mengatakan, sebetulnya rumah tersebut pada waktu saya menjabat kades sudah diberikan bantuan melalui program BSPS. 

Tapi pada waktu itu pihak keluarga menolak lantaran bantuan hanya diberikan matrial saja. Intinya keluarga Kosasih tidak ada biaya untuk oprasional pembangunan.

"Namun kendati demikian kondisi saat ini rumah begitu sangat memprihatinkan, dan kita berharap kepada semua pihak yang peduli, untuk dapat bersama-sama memberikan bantuan demi untuk menyelamatkan warga tersebut.," katanya.

Terpisah Bhabinkamtibmas Desa Gekbrong Bripka Toni Firmansyah mengatakan, Kondisi rumah milik keluarga Kosasih, memang sudah sangat parah dan nyaris roboh. Nampak, tiang penopang atap sudah kropos, bahkan sebagian sudah patah karena beban berat atap genteng, sehingga mengakibatkan bagian samping rumah, roboh.

Kalau ini dibiarkan maka di khawatirkan mengancam keselamatan penghuni rumah," Terang Toni seusai melakukan silaturahmi kepada keluarga tersebut.

Bripka Toni menambahkan bahwa dirinya akan segera menyampaikan kepada pimpinannya untuk memohon bantuan.

"Kita akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan kita, Namun disamping itu kita juga berharap kepada para donatur untuk dapat membantu, guna untuk pembangunan rumah tersebut," Kata Bripka Toni Firmansyah. (NN)

 



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar