Ingin Menjadi Kota Wisata, Cianjur Malah Diduga Jadi Kota Tujuan Kiriman ODGJ

Ingin Menjadi Kota Wisata, Cianjur Malah Diduga Jadi Kota Tujuan Kiriman ODGJ

Foto : Seorang ODGJ yang diamankan dalam program Jalur Bisa dipangkas rambutnya (Ist).


CIANJUR. Maharnews.com – Banyaknya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terjaring saat melaksanakan program Jalanan Cianjur bersih dari orang dengan gangguan jiwa (Jalur Bisa) membuat heran publik. Bahkan sang inisitor Jalur Bisa, Dandim 0608 Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani dibuat kebingungan.

“Kalau melihat ODGJ di Cianjur ini, memang diduga dikirim dari luar daerah,” ungkapnya saat di wawancarai sejumlah awak media, Rabu (30/10/2019).

Guna memastikan dugaan tersebut, Rendra memastikan akan melakukan antisipasi dengan bekerja sama dengan Dinas Sosial. Ia berencana akan meminta data terkait ODGJ di daerah lain, jika dugaannya terbukti ia tak segan akan ditindak lebih lanjut.

“Apabila di daerah lain berkurang (jumlah ODGJ, red), kurangnya kemana, apabila di Daerah Cianjur akan kita proses lebih lanjut,” tegasnya.

Kegiatan ini, menurut Rendra tidak hanya bersifat di Cianjur, tidak menutup kemungkinan data dari provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Itu tujuan utama menggandeng Dinas Sosial.

“Sehingga ODGJ yang sudah terdata ini tidak dikirim ke Cianjur, yang nantinya malah memberatkan pemerintah Cianjur sendiri,” ungkapnya.

Dugaan tersebut rupanya tak hanya terbersit di benak sang inisiator, pentolan aktivis Cianjur, Hendra Malik juga memiliki dugaan yang serupa. Pasalnya jumlah ODGJ yang berhasil diamankan pada program Jalur Bisa hari ini terlampau luar biasa.

“Bayangkan dalam satu hari 49 ODGJ diamankan, padahal kalau sehari-hari saya lewat kawasan Ramayana hanya dua atau tiga orang yang terlihat,” ucapnya.

Malik sangat setuju dengan rencana pengusutan secara tuntas dugaan kiriman ODGJ ke kota Tatar Santri. Karena sudah jelas rencana pengembangan Cianjur kedepan itu Kota Wisata, bukan kota kiriman ODGJ.

“Kalau hal ini dibiarkan, bukan lagi puluhan ODGJ yang ditemukan, bahkan bisa ratusan atau lebih. Akhirnya jelas yang dirugikan pemkab Cianjur,” pungkasnya. (wan)
 



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar