IRM dan Cepy Kompak Bantah Kesaksian CS

IRM dan Cepy Kompak Bantah Kesaksian CS

Foto : Suasana sesat sebelum diakhirinya sidang lanjutan kasus korupsi DAK yang menjerat Bupati Non Aktif Kabupaten Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) di Pengadilan Negeri Bandung, Senin lalu (24/6/2019).


BANDUNG. Maharnews.com - Sidang lanjutan kasus korupsi DAK yang menjerat Bupati Non Aktif Kabupaten Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) di Pengadilan Negeri Bandung, Senin lalu (24/6/2019) juga menghadirkan saksi Cecep Sobandi (CS). Menariknya, beberapa keterangan CS dalam persidangan, kompak dibantah IRM dan Tubagus Cepy. 

Dalam persidangan, IRM secara langsung membantah beberapa keterangan CS saat dicecar pertanyaan oleh beberapa penasehat hukumnya. Berikut rangkuman bantahan tersebut:

  1. Pertama berkaitan dengan masalah laporan DAK 2018, dari awal sebelumnya tidak ada laporan tertulis ataupun lisan kepada saya, sebelum ada pelaksanaan. Setelah ada laporan masuk, baru saya menyampaikan kalau ada apa-apa ke Tubagus Cepy.
  2. Kedua berkaitan dengan setoran uang yang diterima saya, di bulan Juni 2018 saya pernah menawarkan rumah dan disetujui harga 500 juta di luar akta jual beli, di luar pajak. Waktu memberikan uang pertama saya terima, saya serahkan ke Tubagus Cepy, kalau ga salah nilainya 100 juta sekalian menyampaikan hal itu kalau ada apa-apa ke Tubagus Cepy, itu kalau ga salah bulan Juni 2018. Masalah transaksi jual beli rumah bukan DAK.
  3. Ketiga masalah tanggung jawab, bahwa saya bertanggung jawab berkaitan dengan hal yang sekarang terjadi, yang dimaksud bukan tanggung jawab perbuatan, tetapi awal bilangnya dari KPK itu ada keluhan pembayaran penasehat hukum, termasuk pengembalian dana dan sitaan barang-barang, sehingga mereka (CS, Rosidin dan Tubagus Cepy, red) tidak tahu membayar dan saya berempati memberikan solusi. Satu, untuk pembayaran penasehat hukum, karena mereka tidak sanggup bayar sehingga saya menanyakan penasehat hukum saya apabila ada yang lebih murah kita paketkan saja, saya tanggung jawab membayarnya, bukan tanggung jawab kasus. Lalu penasehat hukumsaya bertanya kepada keluarganya, tetapi mereka sudah mempunyai penasehat hukum masing-masing. 
  4. Selanjutnya, masalah Campaka. Saya tidak pernah menyuruh Tubagus Cepy datang ke kantor Dinas Pendidikan dan menganggarkan untuk Campaka. Disinikan atas sepengetahuan Campaka bahasanya, kan Campaka itu diidentikkan saya, tapi tidak ada yang menyebut Bapak Campaka di Cianjur. 
  5. Termasuk tahun politik itu, saya tidak pernah berbicara tahun politik, tidak pernah, dan masalah Loyalitas, kepatuhan juga.

Setelah menyampaikan seluruh bantahannya terhadap keterangan CS dalam persidangan, Hakim Ketua menanyakan kepada IRM terkait dirinya yang pernah menerima uang sebesar 200 juta sebanyak dua kali dari CS terkait transaksi jual beli rumah, tetapi secara tegas IRM mengaku tidak pernah menerima uang tersebut. Namun CS tetap pada keterangannya bahwa ia menyerahkan uang itu langsung ke IRM.

Saat giliran Tubagus Cepy, hal serupa juga dilakukannya, beberapa poin keberatan dengan keterangan CS diucapkannya. Berikut rangkuman keberatannya :

  1. Saya mendatangi kantor Dinas Pendidikan tidak pernah mengatakan persentase 7 persen dan saya tidak pernah disuruh oleh Bupati (IRM, red)
  2. Saya tidak menerima uang sebesar 600 juta tetapi hanya 400 juta dan itu bukan uang DP 2 persen dari 7 persen untuk potongan DAK. Saya datang ke CS untuk meminta untuk sumbangsih dana. Saya hanya menerima 400 juta berpa dana sumbangan dan 100 juta untuk pembelian rumah. Saya minta uang sumbangan dengan, alibi saya untuk sumbangan dana perjuangan, saya butuh uang, saya memanfaatkan CS.
  3. Saya tidak menerima uang senilai 319 juta pada waktu itu saya sakit, saya susah buang air kecil dan dirawat di rumah sakit.
  4. Terus yang terakhir yang 200 juta saya hanya menerima 100 juta di halaman mesjid.

Meski beberapa keterangannya dibantah, namun CS tetap pada keterangan yang diucapkannya pada sidang. Tak satupun bantahan yang diucapkan IRM dan Cepy dibenarkan oleh CS. (wan)
 



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar