Jadwal Lelang Proyek 2019 Diundur, Barjas : Ada Keinginan Plt Bupati

Jadwal Lelang Proyek 2019 Diundur, Barjas : Ada Keinginan Plt Bupati

Foto : ilustrasi/net


CIANJUR. Maharnews.com - Jadwal lelang/tender proyek tahun 2019 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak seperti biasanya di lakukan pada akhir tahun sebelumnya atau di awal tahun berjalan. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekertariat Daerah (Setda) Cianjur beralasan, pengunduran jadwal disebabkan adanya perubahan pada desain perencanaan dan paradigma pembangunan.

“Bulan januari lalu ada perubahan desain Kang, baik desain perencanaan maupun desain paradigma pembangunan seperti apa. Contohnya untuk kontruksi jalan, semangat Plt Bupati inginnya itu tidak semua jalan harus kontruksi cor beton tetapi ada juga yang di hotmix,”kata Kepala Bagian Barjas, Yudi Ferdiana melalui Kasubag Pengadaan Barajas, Jatnika Yusep kepada Maharnews.com, Senin (25/2/2019).

Selain kontruksi pembangunan jalan, sambung Jatnika untuk kontruksi bangunan gedung juga mengalami perubahan. Dimana pada tahun lalu sistem pelaksanaanya bisa dilakukan dengan cara bertahap, sedangkan tahun ini tidak seperti itu, semua pembangunan diselesaikan dalam satu tahap

“Jadi Plt Bupati menginginkan pembangunan itu semuanya di lakukan satu tahap selesai, tidak ada lanjutan seperti tahun lalu. Satu tahun anggaran selesai langsung,”jelasnya.

Saat ditanya, bagaimana dengan proyek sebelumnya yang belum rampung, seperti pembangunan gedung kantor Kejaksaan yang baru dilaksanakan tahap I?

“Ya mungkin itu sih kebijakan beliau seperti apa, bisa jadi tahun sekarang itu diselesaikan. Misal kalau semula ada tiga tahap, tapi tahun ini tahap dua langsung selesai. Intinya, pemerintah Cianjur nanti punya kebijakan mana yang menjadi prioritas untuk diselesaikan terlebih dahulu,”jawabnya.

Jatnika menginformasikan, perubahan lainnya sesuai dengan aturan, untuk tahun 2019 ini tidak ada lagi yang namanya istilah lelang proyek tetapi yang ada itu namanya tender, baik itu untuk kontruksi, barang dan jasa lainnya. Sedangkan untuk konsultan istilahnya seleksi.

“Kalau misalnya barang, kontruksi dan jasa nilai Rp200 juta atau bisanya disebut penunjukan langsung sekarang itu tidak ada, tapi disebutnya pengadaan langsung. Lain untuk konsultan, kalau nilainya 0 -Rp100 juta itu pengadaan langsung tapi diatas itu namanya seleksi,”jelasnya.

Apa benar tahun ini semua pengadaan dipusatkan di Barjas?

“Betul, tahun ini semua pengadaan di sentralkan disini baik tender, pengadaan langsung maupun seleksi. Kalau tahun sebelumnya nilai Rp200 itu dilaksankan oleh OPD, sekarang semuanya dilaksankan disini,”jawabnya.

“Tapi begini, untuk yang nilai Rp200 juta itu, Barjas sifatnya hanya membantu .Jadi personil yang ada di Barjas nantinya akan ditugaskan ke masing masing OPD untuk menjadi pejabat pengadaan. Sistem pengadaannya juga online, tercatatkan. Pokonya semua harus tercatat di LPSE terus personilnya harus dari Barjas,”tegas Jatnika, menambahkan. (Nuk)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar