Jadwal LP Mundur Diduga Permintaan Plt Bupati

Jadwal LP Mundur Diduga Permintaan Plt Bupati

CIANJUR.Maharnews.com - Lelang Proyek (LP) tahun anggaran 2019 di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Cianjur terpantau berbeda dari tahun sebelumnya. 

Jadwal LP yang biasanya sudah dimulai menjelang akhir tahun sebelumnya atau pada bulan pertama tahun berjalan, kini waktunya justru mundur. Bahkan sampai mendekati akhir bulan februari 2019, baru beberapa kegiatan saja yang dilelangkan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Cianjur.

Informasi dihimpun, mundurnya jadwal LP 2019 diduga kuat atas permintaan dari Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman. Bahkan informasi terkait pengunduran jadwal lelang tersebut sebenarnya telah disampaikan eksekutif melalui Barjas kepada Komisi II DPRD Cianjur saat gelar rapat kerja tanggal 18 Desember 2018 lalu.

"Rapat tadi dengan Barjas membahas soal pengunduran lelang karena ada perintah dari Plt. Sekarang kan sistimnya sudah yang bagus. Kalau menurut saya dengan pengunduran jadwal lelang ini tidak berarti pemerintah tidak siap,"ujar salah seorang anggota komisi II DPRD Cianjur kepada Maharnews.com saat ditemui seusai mengikuti rapat komisi II dengan Barjas beberapa waktu lalu.

Dia mengungkapkan, proses lelang 2019 yang seharusnya mulai dilakukan bulan Desember diundur ke bulan Januari 2019.

"Seharusnya lelang desember sekarang, tapi diundur ke Januari. Tadi saya ingatkan pada Barjas, kalau proses lelang itukan harus transparan. Yang akan menjadi akibatnya itu dari lelang dulu, lalau saya ingatkan juga jangan sampai ada pengkondisian. Apalagi KPK baru saja melakukan OTT di Cianjur, ini harus jadi peringatan dan pembelajaran semua pihak, proses lelang harus terang benderang,"bebernya.

Pernyataan anggota komisi II DPRD Cianjur diatas sangat bertolak belakang dengan pengakuan Wakil Ketua DPRD Cianjur, Andri Suryadinata yang saat itu hadir pula mengikuti rapat Komisi II dengan pihak Barjas.

"Tidak ada bahasa seperti itu, soal ada perintah ke Barjas dari Plt saya tidak tahu. Intinya begini kita memangil Barjas hanya menanayakan sejauhmana kesiapan lelang terkait kondisi yang sekarang,"aku Andri didampingi Ketua Komisi II Dprd Cianjur Gungun Gunawan.

Legislator asal partai Gerindra itu mengungkapkan, menjelang akhir tahun pihak dewan rutin memanggil Barjas, itu dilakukan terkait persiapan pelelangan sampai dengan lelang.

Kalaupun pada pelaksanaanya terjadi masalah, tegas Andri, itu bagian komisi terkait yaitu komisi III kalau fisik sedangkan pengadaan tergantung OPD yang ada.

"Kita panggil  karena mau masuk ke tahun 2019. Tapi saya garis bawahi ini tidak ada sangkut pautnya dengan kondisi Cianjur sekarang, baik itu terkait OTT dan sebagainya,"terangnya.

Pihaknya  ingin pelaksanaan lelang tayun 2019 betul betul transparan, jelas agar tidak terjadi kesalahan yang berulang. 

"Kita tidak mau istilahnya ada  kata pengkondisian, kami ingin seterbuka dan transparan mungkin, dan pemenangpun sesuai dengan aturan di PP 16 tahun 2018. Adapun soal pengunduran lelang itu bentuk kesiapan barjas, makanya barjas harus betul betul,"pungkasnya. (Nuk)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar