Kasus PKH Bojongpicung Terus Dilidik Kejari, Belasan Penerima Manfaat Dipanggil

Kasus PKH Bojongpicung Terus Dilidik Kejari, Belasan Penerima Manfaat Dipanggil

Foto : Ilustrasi


 CIANJUR. Maharnews.com - Kasus dugaan penyimpangan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Bojongpicung terus dilidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur.

Informasi dihimpun, meneruskan penyelidikan atas dugaan penyimpangan tersebut, Kejari Cianjur pekan lalu kembali melakukan pemanggilan. Senin (13/5/2019), Kasi Pidsus memanggil sejumlah penerima manfaat program PKH untuk diklarifikasi.

"Iya senin kemarin kita panggil para penerima manfaat bantuan untuk kita klarifikasi. Ada sekitar 12 penerima manfaat,"kata Kasi Pidsus, Tjut Zelvira Nofani kepada Maharnews.com.

Tjut menjelaskan, pemanggilan terhadap mereka tersebut guna mengungkap benar tidaknya ada penyimpangan dana bantuan PKH.

"Kita klarifikasi mereka, terkait benar gak, ada pemotongan dana,"imbuhnya.

Sebelumnya, tim jaksa telah melakukan pemanggilan terhadap Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Ahmad Mutawali dan Camat Bojongpicung terkait kasus ini. Keduanya datang memenuhi panggilan pada Rabu (27/3/2019).

Pengusutan kasus ini berawal dari laporan yang di layangkan tokoh masyarakat Kecamatan Bojongpicung ke Kejari Cianjur. Laporan tersebut diterima jaksa bagian pidana khusus (Pidsus). Bahkan pemangilan terhadap pihak pelapor untuk dimintai keterangan sudah di layangkan Kepala Seksi Pidsus.

"Sudah ada pemanggilan. Kemarin Pa Kadinsos sama Camat sudah kita mintai keterangannya,"ujar Tjut Zelvira Nofiani  kepada Maharnews.com, saat ditemui di halaman pendopo Cianjur, Kamis (28/3/2019).

Sementara itu salah seorang pelapor( DP) saat dikonfirmasi tidak menampik, dirinya telah mendapat panggilan dari jaksa penyidik Kejari.

"Iya betul sudah memenuhi panggilan. Ada lima belas pertanyaan yang diajukan penyidik terkait soal pelaporan saya,"ungkapnya saat dihubungi Maharnews.com. (CR-9).



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar