Kepala BPJS Kesehatan Cab. Sukabumi : Iuran BPJS Naik untuk Bayar Klaim Rumah Sakit

Kepala BPJS Kesehatan Cab. Sukabumi : Iuran BPJS Naik untuk Bayar Klaim Rumah Sakit

Foto : Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Yasmine Ramdhana Harahap


CIANJUR.Maharnews.com- Tanggapi pertanyaan soal tunggakan pembayaran klaim rumah sakit di Cianjur, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Yasmine Ramadhana Harahap sebut alasan naiknya iuran BPJS Kesehatan yaitu untuk membayar klaim rumah sakit.

"Kalau klaim itukan tergantung ketersediaan uang kita. Bapak bapakan mungkin tahu uang kita kan selama ini sudah hampir tipis, kan defisit, uang memang tidak ada,"terang Yasmine saat ditemui di Pendopo Cianjur seusai acara penandatangan kerjasama BPJS Kesehatan dengan Pemkab Cianjur, Jumat (8/11/2019).

Yasmine menuturkan, kondisi BPJS Kesehatan saat ini memang tidak ada uang untuk membayar, melunasi seluruh klaim tersebut. Maka berdasarkan undang undang ada tiga alternatif yang bisa dilakukan oleh pemerintah kalau BPJS ini mengalami defisit.

"Pertama, mengurangi manfaat. Ini misalnya pasien penderita kanker, jantung tidak ditanggung. Tapi pemerintah tidak mengambil opsi itu, karena yang paling banyak menghabiskan biaya dan yang paling banyak menderita itu jatuh miskin. Bahkan yang kaya sekalipun kalau sudah kena penyakit kanker atau jantung, pasti akan miskin, pasti dia akan menjadi peserta JKN otomatislah itu,"bebernya.

Kedua lanjut Yasmine, dana talangan dari pemerintah. Selama ini pemerintah sudah menalangi dana dari tahun 2016, berapapun defisitnya pemerintah langsung memberikan talangan dana.

"Ketiga, opsi menaikan iuran peserta. Jadi saat ini opsi yang diambil oleh pemerintah itu adalah menaikan iuran,"tegasnya.

Sesuai dengan undang undang, jelasnya, iuran JKN itu bisa naik perdua tahun, sementara pemerintah terakhir kali menaikan iuran itu pada tahun 2016. 

"Inikan sudah tiga tahun.Jadi pemerintah menaikan iuran ini adalah untuk membayar klaim rumah sakit,"jelasnya. 

Untuk Cianjur berapa total klaimnya bu?

"Itu harus kami cek dulu, soalnya setiap harikan bertambah nilainya.Pokonya terakhir ini kita pembayaran klaim rumah sakit yang jatuh tempo tanggal 9 Agustus lalu,"jawabnya.

Rumah sakitmana saja di Cianjur yang mendapat pembayaran klaim BPJS Kesehatan dan berapa nilainya?

Seluruh rumah sakit di Cianjur. Paling ada keterlambatan selama 2 bulan setengah pembayarannya. Karena 9 Agustuskan jatuh temponya. Ya hampir 3 bulan,"jawabnya.

Yasmine mengisyaratkan seluruh klaim rumah sakit dipastikan akan dibayar BPJS Kesehatan dalam waktu dekat. Ia mengungkapkan, seperti yang disampaikan Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani, bahwa akan dicairkan dari iuran PBI APBN itu senilai 9 triliun.

"Kemungkinan minggu depan. Nah alokasi dari yang 9 triliun itu akan langsung kami habiskan untuk membayar klaim rumah sakit,"kata Yasmine. (Nuk)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar