Kesaksian RM Sebut Kemungkinan KPK Juga Targetkan Plt. Bupati

Kesaksian RM Sebut Kemungkinan KPK Juga Targetkan Plt. Bupati

Foto : Ridwan Mubarok (memakai baju batik) saat duduk di kursi saksi dalam sidang lanjutan kasus pemerasan dan penipuan dengan korban PLt. Bupati Cianjur, Herman Suherman yang digelar di ruang sidang Candra, Pengadilan Negeri Cianjur, Kamis (27/6/2019).


CIANJUR. Maharnews.com – Ridwan Mubarok (RM) menjadi salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus pemerasan dan penipuan dengan korban PLt. Bupati Cianjur, Herman Suherman yang digelar di ruang sidang Candra, Pengadilan Negeri Cianjur, Kamis (27/6/2019), dengan terdakwa Mustdjab Latip.  Dalam kesaksiannya,  RM menyebut Plt. Bupati Cianjur kemungkinan menjadi salah satu target Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kala itu.

“Karena jika memang benar Cianjur jadi bidikan, baik Bupati dengan wakilnya oleh KPK, ini kecelakaan sejarah untuk Cianjur. Saya selaku putera daerah, tidak rela Kabupaten Cianjur harus dikotori, kemudian ada aib ketika KPK meng-OTT, satu paket langsung bupati dan wakilnya,”  ucap RM saat dicecar pertanyaan oleh Hakim ketua, Lusiana Amping dalam persidangan, terkait pertemuannya dengan RA Nandang dan dr. Suranto.

Masih dalam keterangannya, RM berasumsi pak Herman orang baik, karena sebagai sosok yang sudah dianggapnya sebagai orangtua, Herman tidak mungkin melakukan sesuatu di luar kebijakan Bupati sebagai kepala daerah.

“Pada akhirnya kita berinisitif, bisa tidak menolong memfasilitasi, saya tidak menawarkan diri, tidak. Karena saat itu kata pak dokter, mohon maaf saya ada agenda hari ini, Pak Nandang itu sama. Saya berpikir tidak ada lagi yang lebih siap, pada akhirnya tanggung jawab itu terbebani ke saya sebagai koordinator pergerakan presidium rakyat. Kenapa tidak, jika ada yang ingin menjalin silahturahmi kita fasilitasi, dengan siapapun,” terangnya.

RM akhirnya menjadi fasilitator pertemuan antara tim jakarta (terdakwa, Santy Junitha Soekarno dan Dian Wisdianawati) dengan Plt. Bupati. Permintaan melalui salah satu aplikasi pesan  itu mendapat tanggapan dari Herman.

“Saya WA (Whatsapp, red) beliau (PLt. Bupati, red), saya minta agenda siang, magrib paling telat isya. Karena kesibukan beliau yang luar biasa padat, beliau menawarkan untuk pertemuan lebih dari jam 9, jam 10,” jelasnya saat ditanya oleh Hakim ketua terkait permintaan pertemuan dengan Plt. Bupati pada tanggal 25 November 2018.

Tak hanya sampai disitu, pertanyaan demi pertanyaan oleh hakim ketua kepada RM terus berlanjut hingga berkisar satu jam. Hasil rangkuman maharnews.com hampir seluruh pertemuan antara Herman Suherman dan beberapa pihak terkait kasus tersebut difasilitasi oleh RM. (wan)
 



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar