Kesurupan Masal di PT DFK, Buruh Dipaksa Ganti Hari Kerja

Kesurupan Masal di PT DFK, Buruh Dipaksa Ganti Hari Kerja

Foto : Seluruh buruh keluar dari gerbang perusahaan dan langsung pulang, Sabtu (24/8/2019).



CIANJUR. Maharnews.com - Peristiwa kesurupan masal buruh PT. Dalim Fideta Kornesia (DFK) yang terjadi Minggu lalu hingga memulangkan seluruh karyawannya berbuntut panjang. Pasalnya, buruh dipaksa mengganti hari kerjanya pada hari libur.

Informasi dihimpun maharnews, pemulangan seluruh buruh pada peristiwa kesurupan masal, Senin lalu (19/8/2019) merupakan murni kebijakan perusahaan. Anehnya, kebijakan itu harus dibayar oleh buruh, dengan mengganti hari kerjanya di hari libur.

Pantauan maharnews, sekitar 1300 buruh PT DFK masuk kerja pada hari Sabtu (24/8/2019) pagi. Berbeda dengan hari kerja umumnya, mereka hanya berkerja selama 3 jam. Alhasil, sekitar pukul 10.00 WIB, terlihat seluruh buruh keluar dari gerbang perusahaan dan langsung pulang.

Pengakuan seorang buruh yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan PT DFK ketentuannya tidak beroperasional di hari Sabtu. Tetapi gara-gara ada peristiwa kesurupan masal itu, dirinya beserta buruh yang lain terpaksa harus mengganti jam kerja yang terhenti.

"Ganti jam kerja pas kemarin kejadian kesurupan masal bukan lembur," ucapnya.

Pengakuan buruh tersebut, seluruh karyawan harus mengganti kebijakan perusahaan yang memulangkan seluruh buruh kala itu. Setiap buruh harus bekerja selama 3 jam tanpa dibayar.

"Tidak dibayar, ganti hari kerja," akunya.

Terpisah, Heri Herianto Ketua Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) membenarkan dirinya telah menyepakati keputusan yang dibuat demi menghindari kerugian di kedua belah pihak.

"Ya kalau kemarin juga pengumuman masuk kerja sudah ditempel, sepakat," tuturnya.

Berbeda pendapat, Wahyu Adam Ketua Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP. TSK-SPSI) mengaku tidak pernah menyepakati apapun dengan pihak perusahaan termasuk penggantian jam kerja pada hari libur.

"Kalau saya tidak ada komentar karena setiap rapat tidak pernah dilibatkan. Jadi kejadian kemarin tidak ada hubungannya dengan SP kami," ungkapnya.

Meski begitu, pihak perusahaan menolak untuk dimintai keterangan terkait pergantian hari kerja tersebut. Pasalnya saat maharnews meminta konfirmasi ke penanggung jawab perusahaan, oleh perwakilan HRD ditolak tegas.

"Ga bisa, ngobrol sama saya saja kalau ada masalah," tegasnya sembari menolak diwawancarai serta menolak untuk direkam. (cr2)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar