Kisah Lika Liku Sang Loyalis (1)

Kisah Lika Liku Sang Loyalis (1)

CIANJUR.Maharnews.com - Du du du du du, du du du du...Perjalanan ini teramat sangat menyedihkan, sayang engkau tak duduk disampingku kawan.

Sepengal lirik lagu diatas tentunya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Berita Kepada Kawan begitu judul lagu yang dibuat sekaligus dinyanyikan penciptanya, sang legendaris Ebit G AD. 

Lagu yang melegenda itu terus mengudara sepanjang masa, terlebih saat peristiwa besar atau bencana tengah melanda Negeri kita.

Ini kisah tentang Cianjur. Tahun lalu sebuah peristiwa besar terjadi di jantung Kota Tatar Santri. Pertama kalinya dalam sejarah pemerintahan Cianjur, Bupati yang masih menjabat diangkut paksa oleh aparat. 

Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), begitu ramai dikabarkan para pewarta.

Tak terasa sudah 191 hari peristiwa itu berlalu, pasca OTT Bupati oleh KPK, berdasarkan aturan Herman suherman yang saat itu menjabat sebagai wakil bupati, secara otomatis naik mengantikan kursi singasana pendopo yang ditinggal pergi secara terpaksa oleh IRM.

Namun, kekosongan pucuk pimpinan pemerintahan tak berlangsung lama, dua hari setelah OTT, Herman dilantik menjadi Plt Bupati Cianjur oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Hari ini, Jumat (21/6/2019), roda pemerintahan Cianjur memasuki hari ke 189 di pimpin Plt Bupati Cianjur Herman Suherman. Kini sosok bapak yang berparas mirip dengan penyanyi Ebit G AD itu telah resmi duduk di kursi Cianjur satu, meskipun baru 3/4 kursi karena belum diangkat menjadi Bupati definitif.

Kisah Kasih Antara Guru dan Murid

Plt Bupati sangat dikenal para pejabat, karena memang bukan orang baru di lingkaran pemerintahan Kabupaten Cianjur. Secara, sebelum menjadi Wakil Bupati, Ia merupakan salah seorang PNS yang sudah malang melintang merasakan kursi jabatan di instansi Pemkab Cianjur.

Tahun 1992 menduduki jabatan sebagai Kasubsi Pengolahan Data DPUK DT II Cianjur. Tahun 1998 Kasubsi Pengairan DPUK DT II Cianjur. Tahun 1999 Kasubsi Penyusunan ProgramDPU Bina Marga. Tahun 2001 Kasi PerencanaanTeknis DPU Bina Marga. Tahun 2006, Kasubdin Perencanaan Teknik DPU Bina Marga. Tahun 2009, Kabid Bina Teknik DPU Bina Marga.

Sebagai PNS, loyalitas terhadap pimpinan merupakan yang paling utama. Tak dipungkiri, selain modal kerja keras kecakapan itu pula yang bisa menghantarkan para pejabat duduk manis di kursi nomor satu dinas.

Semasa pucuk pimpinan pendopo Cianjur ditampuk Bupati Tjetjep Muchtar Soleh (TMS), karir Herman sebagai pejabat publik terlihat semakin bersinar. Dimasa TMS, Herman tercatat pernah mengenyam kursi pimpinan di dua OPD. Tahun 2009 sebagai Kepala Kantor Lingkungan Hidup dan Tahun 2010 menjadi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan.

Kedekatannya dengan sosok TMS sudah bukan rahasia umum lagi. Bahkan kabarnya hubungan keduanya itu tak sekadar pimpinan dan bawahan, tapi sudah seperti seorang Guru dan Murid. 

Dipercaya Sebagai Pengendali Air

Sang pencatat takdir sepertinya sedang mengunakan tinta emas saat menorehkan catatan perjalanan hidupnya. Setelah 3 tahun duduk di kursi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, karir putra dari pasangan suami istri H Pupung Rustandi dan Hj Nunung Saadah itu terus melesat. 

Terbukti, tahun 2011, suami dari Anita Sinca Yani itu kembali mendapat kepercayaan dari TMS. Ia didaulat untuk memimpin salah satu BUMD yaitu sebagai Direktur Utama PDAM Tirtamukti Cianjur periode tahun 2011-2015.

Kerikil tajam selalu ada dalam setiap perjalanan manusia, begitu pula yang dialami Herman Suherman saat mendapat mandat menduduki kursi Dirut PDAM Tirta Mukti Cianjur. 

Jalan mulus dari sang pemberi kuasa, rupanya tak semulus jalan cerita yang ditentukan Sang Maha Kuasa. Penunjukannya sebagai Dirut mengantikan Dedi Purwaji yang habis masa tugasnya sebagai Pelaksana Harian (PLh) Dirut PDAM berujung polemik.

Kelompok masyarakat yang konsen mengkritisi PDAM mempersoalkan pengangkatan Herman sebagai Dirut, dengan dalih tidak sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum dalam melakukan seleski Dirut PDAM.

Permendagri Nomor 2 Tahun 2007 pada pasal 4 (b) yang menyebutkan bahwa calon Dirut PDAM harus mempunyai pengalaman kerja 10 tahun bagi yang berasal dari PDAM atau mempunyai pengalaman kerja minimal 15 tahun mengelola perusahaan bagi yang bukan berasal dari PDAM yang dibuktikan dengan surat keterangan (referensi) dari perusahaan sebelumnya dengan penilaian baik.

Sebuah filosofi 'Jalani Hidup Seperti Air yang Mengalir' sepertinya telah tertanam betul dalam jiwa Sang Pengandali Air, Herman Suherman. Riak kelompok masyarakat yang mempersoalkan pengangkatan dirinya sebagai Dirut, tak lantas membuatnya gundah karena dianggapnya seolah air yang tengah beriak. 

Sang Pengendali air pun lolos dari ujian, tensi polemik yang menyudutkannya berangsur angsur menurun. Air dibalas dengan "air", bisa jadi itu ilmu pamungkas yang dipetakan Sang Pengendali saat menuntaskan berbagai percik persoalan yang terjadi.   

Semasa kepemimpinan Herman, perhatian pemerintah terhadap PDAM saat itu terbilang baik, mungkin teramat baik untuk disebutkan. Bahkan aliran dana bantuan yang digelontorkan untuk PDAM dari pemerintah terbilang mudah dan lancar. Tak sesulit para pelanggan PDAM sekarang, yang harus selalu bersabar menanti air dari kran pam yang keluar bak air mata duyung.

Ini dibuktikan dengan suplay dana dari pemerintah untuk PDAM dalam bentuk penyertaan modal, sebagai implementasi atas Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2012 Tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada Perusahaan Daerah Air Minum.

Tak tanggung tanggung, duit rakyat yang dialokasian untuk menyokong jalannya usaha PDAM Tirtamukti itu mencapai Rp65 milyar. Sebagaimana tertuang dalam Perda diatas, dana tersebut di kucurkan selama kurun waktu 5 tahun, periode 2012-2016 disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah...



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar