Lagi-Lagi Permasalahan PMI Cianjur

Lagi-Lagi Permasalahan PMI Cianjur


CIANJUR. Maharnews.com - Permasalahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur terus bermunculan.  Kembali, para keluarga PMI mengadukan permasalahannya ke Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Senin (29/04/2019).

Ketua Divisi Luar Negeri DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Sutisna R. Hakim mengatakan dalam sepekan terakhir ini ada tiga pengaduan permasalahan PMI yang sekarang dalam proses penanganan.

"Diantaranya, Lilis binti Madrodji asal Kampug Rawa Beureum, RT 002 RW 003, Desa Sindangkerta, Kecamatan Pagelaran yang diberangkatkan PT Multi Sukses Purtanto. Kedua, Emuh asal Kampung Kebon Kawung, RT 001 RW 002, Desa Campaka Warna, Kecamatan Campaka Mulya menjadi korban penipuan oknum petugas lapangan bernama Suparman asal Cianjur Selatan dengan iming-iming visa sopir (Driver) di Negara Timur Tengah, dan terakhir Sari Purnama yang ada di Negara penempatan Malaysia yang diberangkatkan PT Abu Ni'mah Sejahtera Utama," ungkapnya saat ditemui di kantornya di Jalan Sinagar No 03 Kampung Sinagar Kaler RT 03 RW 13 Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah.

Menurut Sutisna, permasalahan yang diadukan berbeda-beda. Ada yang sudah habis kontrak belum dipulangkan, gaji belum dibayar dan ada juga yang menjadi korban penipuan petugas lapangan.

"Kaitan dengan habis kontrak, pihak PT selaku pemeroses seharusnya bertanggungjawab, lantaran itu sudah menjadi kewajibannya. Terlebih ini pemberangkatan diduga non prosedural. Yang habis kontrak PMI atas nama Lilis binti Madrodji sudah hampir 2 tahun 6 bulan," sebutnya.

Sutisna menuturkan DPC Astakira Pembaharuan sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti ke BP3TKI Jawa Barat dan Disnakertrans Kabupaten Cianjur untuk meminta bantuan lebih lanjut.

"Karena pihak PT tidak proaktif, makanya kami langsung minta bantuan pihak terkait yang lebih berkompeten," tuturnya.

Sementara, Ketua DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan menambahkan dari ketiga permasalahan tersebut pihaknya sudah mencoba klarifikasi pihak PT, namun tidak ada jawaban dan tanggungjawab yang jelas. Sampai saat ini sesuai hasil temuan di lapangan dan catatan pengaduan masih marak di Cianjur perekrutan dan pemberangkatan PMI ke Timteng secara non prosedural.

"Ini harus secepatnya dibenahi oleh pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meminimalisir permasalahan," tutupnya. (***/wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar