LPSE Umumkan Lokasi Pembangunan Rest Area Puncak di Pacet, Kok Jadinya Cipanas
Malik: Tugu lampu gentur bundaran hypermart ngesot 2 meter, Rest area puncak berlari 70 meter

LPSE Umumkan Lokasi Pembangunan Rest Area Puncak di Pacet, Kok Jadinya Cipanas

Foto : Screenshot laman LPSE terkait tender pembangunan rest area Puncak yang lokasinya di Kecamatan Pacet, ternyata pembangunannya dilaksanakan di Kecamatan Cipanas, Selasa (5/3/2019).



CIANJUR. Maharnews.com - Tender pembangunan rest area puncak yang diumumkan di laman resmi LPSE Kabupaten Cianjur sudah selesai dan sudah ditentukan pemenangnya, walaupun sempat dilakukan tender ulang. Tetapi jika diperhatikan secara seksama lokasi yang disebutkan di laman itu jelas Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Padahal jelas, pembangunan rest area puncak dilaksanakan di Desa Ciloto Kecamatan Cipanas, bukan di Kecamatan Pacet. Alhasil, perbedaan lokasi pembangunan itu menjadi pertanyaan publik.

 

Baca juga : Pembangunan Rest Area Puncak Dinilai Gaib

 

Baca juga : Dinilai Banyak Kejanggalan, Aktivis Ancam Geruduk PUPR

Menanggapi hal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, yang sekaligus menjabat sebagai kepala bidang bangunan gedung Dinas PUPR, Wahyu Budi Raharjo mengatakan tidak mengetahui adanya perbedaan lokasi itu jika tidak dikonfirmasi maharnews.com. Ia yakin dalam surat ajuan ke Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan barang dan jasa (Barjas) tidak disebutkan secara spesifik lokasi kegiatannya.

"Mungkin salah ketik, tapi nanti saya pastikan dan cek dulu di Pokja LPSE," ujarnya saat ditemui dikantornya, Selasa (5/3/2019).

Kemungkinan salah input yang dilakukan pokja Barjas yang kemungkinannya sangat kecil, karena input yang dilakukan berdasarkan permintaan PPK, Budi belum bisa menjelaskannya. Tetapi ia memastikan saat pengajuan pembangunan rest area puncak itu tidak disebutkan lokasi tepatnya.

"Tidak disebutkan lokasinya saat pengajuan, tetapi memang pembangunannya dilaksanakan di perbatasan Cianjur dengan Bogor," sebutnya.

Budi mengarahkan untuk mempertanyakan hal itu langsung ke pokja barjas. Pasalnya di laporan pertanggung jawaban (LPJ) pihak ketiga juga tidak disebutkan lokasi spesifiknya.

"Di Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) disebutkan lokasi pekerjaan di Kabupaten Cianjur tidak ada spesifik kecamatannya. Sehingga bingung kalau munculnya Kecamatan Pacet," terangnya sembari memperlihatkan LPJ yang dimaksud.

"Nanti saya coba cek kembali dan mempertanyakan ke pokja barjas," sambungnya.

 

Baca juga : Rest Area Puncak Janggalnya Kebangetan

 

Terpisah, pentolan aktivis Cianjur, Hendra Malik mengatakan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cianjur kental dengan mistis.

"Belum lama tugu lampu gentur bundaran hypermart ngesot 2 meter, nah sekarang rest area puncak berlari 70 meter dari titik awal," cetusnya.

Kalau melihat pembangunan seperti ini, lanjut Malik adanya ketidakmampuan dari penyelenggara pembangunan. Atau bisa jadi ini semacam cara mengelabui Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengeruk keuntungan pribadi atau kelompoknya dari proyek tersebut.

"Kasihan rakyat kecil, sudah pelayanan kesehatan sulit, mendapatkan pekerjaan susah, eh... malah uang rakyat terindikasi disunat. Kalau saya balik ke hati nurani, seberapa prioritas sih pembangunan rest area tersebut dibanding pelayanan kesehatan bagi masyarakat, padahal bisa untuk 10 ribu jiwa," pungkasnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar