Nama Muri Disebut dalam Sidang Korupsi DAK Cianjur

Nama Muri Disebut dalam Sidang Korupsi DAK Cianjur

Foto : Ilustrasi (Gambar tak berhubungan dengan berita)


BANDUNG. Maharnews.com – Kesaksian Bupati Cianjur nonaktif, Irvan Rivano Muchtar (IRM) dalam sidang lanjutan korupsi DAK Cianjur, di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin lalu (8/7/2019), banyak mengundang perhatian publik. Salah satunya, munculnya nama Muri yang belakangan diketahui sebagai salah satu PNS yang membantu IRM.

Nama Muri muncul saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Ali Fikri menanyakan komunikasi IRM dengan Tubagus Cepy terkait Bantuan Provinsi (Banprov) Jabar. Ali mempertanyakan apa keterlibatan Muri yang diketahui sebagai seorang PNS, yang notabene tidak bertugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur.

“Apa yang menjadi alasan komunikasi anda (IRM, red), kok ada melibatkan Muri juga ini?,” tanya JPU KPK yang langsung dijawab IRM bahwa Muri dilibatkan karena mengetahui alamat rumah Ade Barkah (AB). 

Selang beberapa pertanyaan, JPU KPK akhirnya memutuskan membacakan utuh BAP IRM terkait munculnya nama Muri. Usai membaca, JPU KPK menyimpulkan bahwa inti BAP hanya terkait bisnis Isfan (anak AB, red), Tubagus Cepy dan rekannya, bukan terkait APBD Cianjur atau anggaran Banprov yang kembali lagi ke Cianjur.

“Ini ada di BAP saudara (IRM, red). Inikan hubungan bisnis antara Isfan dan Cepy tetapi kemudian gagal, uang setoran diminta kembali oleh Cepy karena itu uangnya rekanan. Ga da hubungannya dengan APBN, APBD Cianjur, begitu yang saya tangkap dari pembicaraan saudara dalam BAP nomor 16. Bagaimana?,” tanya JPU KPK.

IRM mengatakan inti BAP itu adalah harapan agar Banprov yang tidak terserap dapat kembali ke Cianjur. Ia tidak tahu menahu adanya urusan bisnis Cepy dengan Isfan, bahkan seingatnya isi BAP itu telah dirubah.

“Kalau tidak salah sudah diganti jawabannya, yang poin itu,” ucap IRM. (wan)
 



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar