Nasib Oknum Peminta Upeti di Kejari Bakal Terang Benderang

Nasib Oknum Peminta Upeti di Kejari Bakal Terang Benderang


CIANJUR. Maharnews.com - Sempat menjadi salah satu tuntutan massa pendemo beberapa hari sebelumnya, oknum peminta upeti di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cianjur keputusannya hanya menunggu hari. Pasalnya sebulan sebelum aksi berlangsung, oknum yang dimaksud sudah diperiksa dan diproses.

Kepala Kejari (Kajari) Kabupaten Cianjur, Yudhi Syufriadi mengungkapkan sudah dilakukan pemeriksaan sebulan sebelum ada demo dan berkas sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jawa Barat dan tinggal menunggu tanggapan.

"Kewenangan untuk memberikan sanksi atau pelanggaran kode etik berada di pihak pengawasan Kejati. Kita tunggu tanggapannya seperti apa," ungkapnya saat ditemui di kantornya, Jumat (31/5/2019).

Ditanya terkait alasan diperiksanya oknum itu sebulan sebelum ada aksi demo, Yudhi menegaskan pemeriksaan didasarkan atas perintahnya, karena dinilainya telah melakukan pelanggaran.

"Pemeriksaan atas dasar permintaan Saya sebagai Kajari, sebagai salah bentuk konsekuensi Kajari dalam penegakkan hukum, karena ada indikasi menggunakan nama atasan tanpa izin dan disalahgunakan," tegasnya.

Selain alasan penyalahgunaan nama atasan, Indikasi adanya dugaan gratifikasi atau suap yang diterima oleh oknum tersebut, Kajari tidak dapat berkomentar banyak. Bahkan saat ditanya nilai rupiahnya, Ia hanya menjawab singkat.

"Untuk nilai gratifikasi atau suapnya itu termasuk dalam item pemeriksaan sehingga tidak bisa dibuka," kilahnya.

Terpisah, perwakilan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Komisariat STAI Al-azhary, Edwin menuturkan ia dan massa meyakini ada oknum dari kejaksaan yang meminta dana alias pungli kepada pihak terlapor, sehingga akhirnya sampai hari tadi tidak sama sekali diproses oleh pihak kejaksaan.

"Karena yang kami tahu bahwa yang dilaporkan memberikan dana kepada oknum kejaksaannya itu," ucapnya.

Saat didesak mengucapkan nama oknum yang dimaksud, Edwin tidak menyebutkan secara gamblang, hanya menyebut inisial.

"Kalau inisialnya sih huruf 'W', oknum kejari yang menerima gratifikasi atau suap itu," bebernya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar