Oknum Catut Nama Bupati Hingga Mengaku Keluarga, ASN Geumpeur

Oknum Catut Nama Bupati Hingga Mengaku Keluarga, ASN Geumpeur

Foto : Plt. Bupati Cianjur, Herman Suherman (tengah) usai menjalankan shalat Ashar berjamaah di Mesjid Agung Cianjur



CIANJUR. Maharnews.com - Nama Plt. Bupati Cianjur, Herman Suherman ternyata memiliki pengaruh yang luar biasa. Alhasil, oknum tidak bertanggung jawab dalam melancarkan aksinya acap kali mencatut namanya, Rabu (1/10/2019).

Informasi yang dihimpun mahar, oknum tak segan mengaku sebagai keluarga Herman Suherman. Tak pelak, pengakuan itu membuat beberapa personil dinas, kecamatan hingga desa geumpeur (bahasa Sunda, gemetar). Janggalnya lagi, meski urusan berkategori pribadi, Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya manut, patuh mengikuti arahan sang oknum.

Menanggapi hal itu, Kabag Humas Kabupaten Cianjur, Gagan Rusganda memastikan Plt Bupati tidak pernah memerintahkan bawahannya atau keluarganya untuk menggunakan namanya dalam urusan apapun. Terlebih pada urusan pribadi yang notabene tidak ada hubungannya dengan kedinasan.

"Jika ada yang mengaku atas nama atau perintah Plt Bupati, sebaiknya tanyakan surat resminya ada atau tidak," tegasnya.

Gagan menghimbau masyarakat untuk segera menginformasikan jika ada oknum yang mencatut nama orang nomor satu di Cianjur itu, apalagi jika itu ASN. Jika perlu langsung datang ke kantor Pemda di jalan Siliwangi.

"Lebih baik mengantipasi daripada nanti terjadi hal yang tidak diinginkan. Jangan segan untuk datang ke kantor Pemda," pungkasnya.

Sebelumnya juga pernah diberitakan aksi oknum yang mencatut nama Bupati yang kala itu masih dijabat oleh Irvan Rivano Muchtar (IRM). Aksi oknum yang meminta sejumlah uang untuk proyek Ruang Kelas Baru (RKB) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, membuat resah sejumlah rekanan. Terlebih dalam aksinya, oknum mencatut nama pejabat hingga Bupati, IRM.

Terkait hal itu, Plt. Kepala bidang PAUD, Rosidin menegaskan itu tidak dibenarkan dan melanggar hukum. Ia akan melakukan tindakan tegas jika memang ada bawahannya terbukti melakukan hal tersebut.

"Ambil foto oknumnya, jika perlu laporkan ke pihak berwajib, karena dari dinas tidak ada arahan seperti itu," tegasnya saat diwawancara di ruang kantornya, Kamis (6/9/2018).

Rosidin menuturkan hingga saat ini belum ada program pembangunan untuk RKB PAUD. Sehingga Ia merasa heran jika ada oknum yang mengaku dari Disdikbud apalagi mencatut nama Bupati.

"Heran, program saja belum ada, kok sudah seperti ini. Sebaiknya beri pelajaran oknum seperti itu," tuturnya.

Berbagai bentuk kerjasama dengan oknum itu, sambung Rosidin bukan menjadi tanggungjawab Dinas. Menurutnya, bagi rekanan sebaiknya mengikuti prosedur yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Prosedur dan aturannya sudah ada, sebaiknya tinggal mengikuti hal tersebut," pungkasnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar