Pilkades Cianjur Masuki Tahapan Penentuan Nomor Calon

Pilkades Cianjur Masuki Tahapan Penentuan Nomor Calon

Foto : Epul Saepuloh (kiri) mendapatkan nomor urut satu saat penentuan nomor calon kades Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Selaaa (21/1/2020).



CIANJUR. Maharnews.com - Pasca seleksi tertulis, pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kabupaten Cianjur masuki tahapan penetapan calon kepala desa (Kades) dan penentuan nomor calon kades. Prosesi penentuan nomor tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi warga desa yang akan melaksanakan pilkades serentak.

Informasi dihimpun, ada 248 desa yang melaksanakan pilkades serentak di Kabupaten Cianjur. Hasil seleksi tertulis calon kades tak semuanya dapat diterima dengan hati terbuka, ada rasa tak puas sempat mencuat karena pendukungnya kecewa calonnya tak lolos. Meski begitu, secara keseluruhan kondisi dan situasi jelang pilkades masih berlangsung kondusif.

Kondisi kondusif pilkades dapat dilihat di Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Puluhan warga terlihat memadati aula desa saat penentuan nomor calon kades, Selasa (21/1/2020).

Ketua panitia Pilkades Sindangasih, H Yeyen (59), mengatakan semua calon sudah menandatangani fakta integritas di atas materai. Hal itu sebagai bukti semua calon menjunjung tinggi kondusifitas.

"Jika muncul permasalahan maka akan dikedepankan musyawarah. Disini ada lima calon dan lima calon sudah mengetahui dan wajib menghormati hal itu," ucapnya.


Seorang calon kepala Desa Sindangasih, Epul Saepuloh mengapresiasi kinerja panitia pilkades di desanya. Ia mengungkapkan akan melaksanakan semaksimal mungkin semua poin di fakta integritas yang ditandatanganinya.

"Intinya kami diminta untuk saling menghormati dan menjaga kondusifitas di lingkungan desa baik menjelang pemilihan maupun setelah pemilihan," ungkapnya.

Ditanya terkait cara mewujudkan fakta integritas itu, Epul yang mendapatkan nomor urut satu saat penentuan nomor calon kades secara tegas mengaku akan melakukan kampanye secara bersih. Ia menegaskan kampanye hitam tidak masuk dalam kamusnya.

"Kampanye hitam atau menjelekkan lawan akan menggangu kondusifitas Pilkades. Saya secara pribadi menolak tegas hal tersebut," pungkasnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar