Proyek Jalan Lingkungan Disoal CEPOT, Kimrumtan : Proyeknya Beda Lokasi Tapi RT Sama

Proyek Jalan Lingkungan Disoal CEPOT, Kimrumtan : Proyeknya Beda Lokasi Tapi RT Sama

Foto : Ilustrasi/net, proyek jalan lingkungan.


CIANJUR. Maharnews.com- Dinas Pemukiman Perumahan dan Pertanahan (Kimrumtan) Kabupaten Cianjur jelaskan soal proyek jalan lingkungan yang diduga ada kejanggalan.

Kepala Dinas Kimrumtan, Rivai melalui Kepala Seksi Perumahan, Yayan SH mengatakan, dua kegiatan proyek tersebut berbeda lokasi tapi ke RT an sama.

"Jadi yang satu berada dilokasi kampung ke RT an dan satunya lagi berlokasi di perbatasan dengan kampung lain (joglo, red),"ujar Yayan kepada Maharnews.com seraya menginformasikan bahwa sumber dana kedua proyek tersebut  berasal dari bantuan provinsi. 

Soal dalam RUP kenapa munculnya APBD, jelas Yayan, itu karena dalam SIRUP sistem LKPP ruang pilihannya hanya APBD dan APBN. "Jadi meskipun sumber dananya banprov itu akan tetep masuk kedalam sistemnya APBD," terangnya.

Sebelumnya, proyek jalan lingkungan di Dinas Pemukiman Perumahan dan Pertanahan (Kimrumtan) Kabupaten Cianjur disoal. 

Menyusul adanya kejanggalan pada penentuan titik lokasi pelaksanaan salah satu proyek di wilayah Kecamatan Cilaku. Dimana terdapat dua buah kegiatan yang sama persis yaitu pembangunan jalan lingkungan di satu titik lokasi yang sama. 

Bahkan, alokasi dana untuk membiayai dua proyek itu sama besar nilainya dan disebutkan bersumber dari  Bantuan Pemerintah Provinsi  (Banprov) Jabar Tahun Anggaran 2019.

Ketua Cianjur People Movement (Cepot), Ahmad Anwar mengaku sangat heran dengan adanya "proyek kembar"di lingkungan Kimrumtan. Terkait itu pihaknya mengkhawatirkan nantinya akan terjadi duplikasi anggaran.

"Ko bisa yah ada proyek dengan sumber yang sama yaitu dari Banprov bisa dilaksanakan di lokasi dengan alamat di  RT dan RW serta Desa yang sama persis,"ujar Ahmad Anwar sambil mengerutkan dahinya saat di temui di sekertariat CEPOT, Selasa (14/5/2019).

Aktivis anti korupsi yang beken disapa Kang Ebes ini menduga ada kelalaian yang di lakukan pihak dinas, sehingga mengakibatkan titik lokasi proyek sampai tumpang tindih seperti itu. 

"Kan bisa saja terjadi salah menginput atau mengetik. Tapi paling bahaya itu kalau justru sebaliknya, ada unsur kesengajaan yaitu merobah dari yang semestinya,"imbuhnya. (Cr9)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar