Rest Area Puncak Janggalnya Kebangetan
Malik : Nah lho.... Lantas uang rakyat dikemanakan ?

Rest Area Puncak Janggalnya Kebangetan

Foto : Kondisi terkini lokasi yang sebelumnya akan dibangun rest area Puncak, hanya PJU berornamen Asmaul Husna yang terlihat, tak terlihat satupun bangunan sebagai pendukung rest area (wan).



CIANJUR. Maharnews.com - Pembangunan rest Area puncak dipastikan tidak ada perubahan nilai anggaran. Hal itu diungkapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, Wahyu Budi Raharjo.

"Tidak ada perubahan atau pengurangan anggaran, nilai sesuai dengan hasil lelang 3,886 milyar," ungkapnya saat ditemui di kantornya, Selasa (5/3/2019).

 

Foto: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, yang sekaligus menjabat sebagai kepala bidang bangunan gedung Dinas PUPR, Wahyu Budi Raharjo.

Konsep awal, Budi menjelaskan penataan rest area puncak hanya penataan yang sudah ada  karena longsor akhirnya tidak ada rest area. Komponen pembangunan rest area puncak itu terdiri dari gerbang, lampu Penerangan jalan umum (PJU) asmaul husna dan penataan rest area yang sudah ada.

"Berita acara perubahan lokasi pelaksanaan hanya pergeseran lokasi tadi. Selain itu saat ada Asean Games kemarin, karena lokasi paralayang di sekitar situ, pekerjaan ditunda sekitar dua minggu," jelasnya.

Ditanya terkait adanya anggaran yang kembali ke kas daerah karena ada beberapa item yang tidak dapat dilaksanakan, Budi menjawab anggarannya tetap dan dilakukan penyesuaian. Namun Ia tidak dapat menjelaskan secara rinci terkait penyesuaian yang dilakukan karena banyaknya item pekerjaan.

"Anggarannya tetap tidak ada perubahan, memang dilakukan beberapa penyesuaian," jelasnya.

Adapun jumlah PJU yang seharusnya dibangun, Budi menerangkan awalnya ada 59 tiang, tetapi akhirnya dirubah menjadi 50 tiang karena bolak balik. Anggaran untuk tiang PJU asmaul husna sekitar 30 hingga 40 juta.

Disindir terkait tingginya nilai anggaran PJU asmaul husna, Budi berkilah karena PJU seperti itu tidak masuk dalam standar biaya umum (SBU) yang dikeluarkan Bupati. Sehingga dalam hitungannya 1,5 kali nilai standar dengan item yang sama.

"Selain itu, pondasi dari PJU asmaul gusna juga berbeda, karena harus lebih dalam agar lebih kuat, anggarannya pun berbeda,"

Sebetulnya, lanjut Budi lokasi awal pembangunan rest area puncak yang sekarang terdapat longsoran. Hasil kajian konsultan perencana rest area itu akan ditata, tetapi setelah kejadian longsor sehingga tidak bisa dibangun.

"Karena itu akhirnya ada review desain dan bergeser lokasinya sekitar 70 meter ke arah Cianjur. Hasil kajian lapangan yang paling dekat lokasinya ya di dekat puncak pass yang saat ini sudah dibangun gerbang selamat datang," sambungnya.

Sebelumnya, Budi menuturkan telah melakukan koordinasi dengan balai besar jalan nasional wilayah 6 dan sudah mengurus perizinan, bahkan sudah survei lapangan.

"Perizinan semuanya sudah ditempuh," pungkasnya.

Terpisah, pentolan aktivis Cianjur, Hendra Malik mengatakan janggalnya luar biasa. Padahal jelas ada item pekerjaan yang dilaksankan tetapi tidak ada pengurangan anggaran.

"Ini janggalnya kebangetan, ya bagaimana tidak, banyak sekali kejanggalan yang ditemui di lapangan, banyak pengurangan item pembangunan tetapi nilai anggarannya tetap. Nah lho.... Lantas uang rakyat dikemanakan?," tanyanya.

Malik menegaskan akan tetap melakukan audensi hingga aksi jika diperlukan terkait kejanggalan pembangunan rest area puncak. Ia akan segera menyurati pejabat berwenang terkait permasalahan itu.

"Saya akan segera melakukan audensi, biar jelas siapa yang menjadi tikus yang memakan uang rakyat di proyek pembangunan rest area puncak," tutupnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar