RM Divonis, Herman dan Oting Bakal Terima Uangnya Kembali

RM Divonis, Herman dan Oting Bakal Terima Uangnya Kembali

Foto : Colase - Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman (tengah), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin (kiri) saat menjadi saksi dalam persidangan Mustadjab Latip (12/6/2019), Ridwan Mubarok (kanan) (4/9/2019). (Arsip dok.)



CIANJUR. Maharnews.com - Ketok palu hakim pada terdakwa Ridwan Mubarok (RM) menjadi akhir 'cerita' sang aktivis Cianjur di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Kamis (21/11/2019). Apabila nantinya 'cerita' itu berlanjut, 'medan pertempuran' bukan lagi di Kota Tatar Santri, tetapi di Kota Bandung.

Setelah ketokan palu akhir hakim ketua, ternyata terdapat fakta persidangan lainnya. Sejumlah uang yang selama ini digunakan sebagai barang bukti akan dikembalikan kepada pemiliknya yang sah.

Fakta persidangan, Hakim ketua, Lusiana Amping membacakan bahwa uang itu nantinya akan dikembalikan kepada Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur yang baru saja dilantik bersamaan dengan jadwal pembacaan putusan sidang, Oting Zaenal Mutaqin.

"Barang bukti uang tunai sejumlah dua juta rupiah akan dikembalikan kepada saksi Oting Zaenal Mutaqin. Uang sejumlah 24,5 juta dalam rekening atas nama Mustadjab Latip dan uang sejumlah lima juta rupiah di rekening Bank Mandiri atas nama Mustadjab Latip akan dikembalikan kepada saksi Herman Suherman," ujarnya membaca dokumen putusan sidang.

Informasi dihimpun, uang yang mencapai angka 30 juta telah terbukti berasal dari Plt. Bupati Cianjur, Herman Suherman. Uang itu ditransferkan ke nomor rekening atas nama Mustadjab Latip oleh orang kepercayaannya.

Sedangkan uang tunai sejumlah dua juta rupiah yang disita saat penangkapan Mustadjab Latip memang diketahui berasal dari Oting Zaenal Mutaqin. Bahkan hal itu dibenarkan oleh orang nomor satu di Disdikbud itu saat hadir menjadi saksi dalam persidangan (12/6/2019).

Tak hanya itu, Oting mengaku ditawari Mustadjab Latip jabatan di pemerintah Kabupaten Cianjur tetapi harus membayar sejumlah uang, sekitar 125 juta. Namun tawaran itu ditolaknya tanpa berpikir panjang.

Terkait uang tunai sebesar dua juta di dalam amplop coklat yang menjadi alat bukti, Oting dalam keterangannya sebagai saksi mengaku bahwa uang tersebut merupakan inisiatifnya sendiri. Sedangkan tujuannya sebagai uang ongkos yang secara sukarela diberikannya kepada Mustadjab Latip.

Meskipun begitu, berdasarkan fakta persidangan, majelis hakim memastikan kepemilikan uang tunai tersebut masih milik Oting Zaenal Mutaqin. Sehingga alat bukti itu harus dikembalikan kepada pemiliknya yang sah secara hukum.

Menjadi pertanyaan menarik, jika telah diterima kembali uang itu, oleh pemiliknya akan dipergunakan seperti apa?. Disimpan sebagai benda berharga yang memiliki nilai sejarah, dibagikan kepada fakir miskin dan anak yatim sebagai bentuk syukuran, atau malah dihibahkan kepada atlit Pekan olahraga pelajar nasional (POPNAS) Cabang olahraga Judo yang berangkat dengan biaya sendiri tanpa bantuan sepeserpun dari pemkab karena membawa nama Cianjur. Itu semua hanya prediksi, peruntukkannya kembali menjadi hak prerogatif sang pemilik. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar