Selamat Jalan Bapak BJ Habibie

Selamat Jalan Bapak BJ Habibie

Foto : BJ HABIBIE


Maharnews.com- Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Indonesia berduka. Salah seorang putra terbaik bangsa sekaligus mantan Presiden ke-3 BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Pria bernama lengkap Prof. Dr (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie itu meninggal di usia yang ke 83, akibat sakit yang dideritanya.

Habibie sebelumnya dirawat di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) Paviliun Kartika RSPAD s) Paviliun Kartika RSPAD sejak 1 September 2019. 

Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof. dr. Azis Rani melalui keterangan resmi pada Senin (9/9) menyebutkan Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

Sekilas Tentang Habibie

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Ayah BJ Habibie yakni Alwi Abdul Jalil Habibie adalah seorang ahli pertanian yang berasal dari etnis Gorontalo berdarah Bugis. Sedangkan ibunya, Puspowardjojo adalah spesialis mata asal Yogyakarta.

Habibie dikenal orang yang sangat pintar dan gemar membaca. Ia merupakan alumni salah satu pendidikan terbaik di Indonesia yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) atau saat itu masih dikenal dengan nama Universitas Indonesia Bandung.

Berkat kepandaiannya ia berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan di Jerman yakni jurusan Teknik Penerbangan di Rhein Westfalen Aachen Technise Hochschule (RWTH).

Seusai lulus kuliah dari luar negeri, BJ Habibie diketahui menikahi wanita yang sangat cantik yakni Hasri Ainun Besari atau dikenal dengan nama Ainun pada tanggal 12 Mei 1962. Dari pernikahannya dengan Ainun, BJ Habibie dikaruniai dua orang anak yakni Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Perjalanan menjadi orang nomor satu di RI bukanlah hal yang mudah.  Ainun merupakan sosok perempuan hebat dibalik kesuksesan Habibie. 

Di tengah kondisi negara yang kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto, BJ Habibie saat itu dipercaya sebagai Presiden RI ke-3 untuk memulihkan kondisi tanah air. 

Meskipun hanya menjabat pada 21 Mei 1998- 20 Oktober 1999, ia mampu memberi kontribusi yang besar bagi bangsa Indonesia. Tak hanya kepintarannya, sikap dan kesederhanaanya saat memimpin, merupakan suri teladan bagi segenap anak bangsa.

Kini, sosok BJ Habibie tinggal menjadi kenangan. Ia pergi bukan karena terbang mengudara, naik pesawat yang dibuatnya. Tapi Ia pergi selamanya memenuhi panggilan sang Ilahi. 

Selamat jalan Pa Habibie, doa kami segenap anak bangsa selalu menyertaimu. (BBS)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar