Tanpa Surat Teguran Siswi SMK Dikeluarkan dari Sekolah, Orangtua Minta Penjelasan

Tanpa Surat Teguran Siswi SMK Dikeluarkan dari Sekolah, Orangtua Minta Penjelasan

Foto : Ilustrasi (sumber: net)



CIANJUR. Maharnews.com - Surat Keterangan Keluar Sekolah (SKKS) yang diterima oleh seorang siswi SMK di Kecamatan Ciranjang berbuntut panjang. Pasalnya selaku orangtua merasa tidak pernah menerima surat teguran baik secara lisan ataupun tertulis.

Paman siswi tersebut, Ujang Kuswara sebagai perwakilan keluarga merasa keberatan dengan SKKS yang dinilainya telah menyalahi aturan. Belum lagi nomor surat saat diberikan dalam keadaan kosong.

"Ini nomor suratnya kok kosong, ini surat resmi atau bodong," ungkapnya dengan nada tinggi saat ditemui di Kantor Kecamatan Ciranjang, Senin (18/2/2018).

Ujang menerangkan seharusnya sekolah dalam mengeluarkan SKKS mengikuti aturan yang berlaku, tidak bisa semaunya sendiri. Ia menegaskan kepala sekolah melanggar Undang Undang Perlindungan Anak serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2015.

"Kepala sekolah melanggar hak pendidikan peserta didik karena mengeluarkan siswa tanpa disertai teguran lisan dan tulisan," ujarnya.

Pada Permendikbud, lanjut Ujang, prosedur hukuman untuk siswa sudah diatur. Mulai dari lisan, tulisan, dan tindakan edukatif. Tapi, sekolah tak perlu mengeluarkan siswa. Belum lagi kepala sekolah merenggut hak anak untuk mendapatkan pendidikan.

"Jelas ini pelanggaran terhadap Pasal 31 UUD 1945 yang menjamin hak anak-anak Indonesia untuk mengakses pendidikan," sebutnya.

Selain itu, Ujang menyatakan masih ada sejumlah permasalahan yang belum bisa dibuka saat ini. Karena dirinya harus berkonsultasi dengan sejumlah pihak terlebih dahulu.

"Nanti kalau sudah jelas pasti akan saya buka semuanya," tuturnya.

Terpisah, Kepala Sekolah yang dimaksud, Asep Abdullah mengakui bahwa SKKS dikeluarkan oleh dirinya. ia juga mengakui kelalaian kosongnya nomor surat SKKS tersebut.

"Kalau nomor surat itu murni tidak disengaja, mungkin keteledoran saya," ucapnya.

Terkait alasan sekolah mengeluarkan, Asep menerangkan secara resmi status siswi itu masih dalam proses perpindahan, statusnya masih dalam proses.

"Sudah ditegur secara lisan, jika surat perpindahan tidak selesai, siswi itu akan diskorsing dulu," terangnya.

"Bahkan sudah diberikan surat untuk keluarga dua kali melalui siswi tersebut guna menyelesaikan surat kepindahan, tetapi tidak ada jawaban," lanjutnya.

Asep juga mengakui kalau tidak ada surat teguran secara tertulis, hanya surat meminta penyelesaian kepindahan saja. Selain itu maksud SKKS bukan untuk mengeluarkan siswi tetapi untuk mengembalikannya ke keluarga.

"Diuraian surat disebutkan mengembalikan siswi ke orangtuanya atau wali," pungkasnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar