Terdakwa Sebut Awalnya Informasi OTT KPK dari SJ

Terdakwa Sebut Awalnya Informasi OTT KPK dari SJ


CIANJUR. Maharnews.com - Sidang lanjutan kasus pemerasan dan penipuan dengan korban PLt. Bupati Cianjur, Herman Suherman kembali digelar, dengan agenda sidang pemeriksaan terdakwa, Mustadjab Latif (ML), Kamis (4/7/2019). Dalam kesaksiannya ML menyebutkan info Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pertama kali terucap bukan oleh dirinya.

Fakta persidangan, ML menuturkan informasi OTT KPK terucap pertama kali oleh Santy Junitha (SJ) pada pertemuan dengan Plt. Bupati bukan oleh dirinya.

"Dia bilang (SJ, red), berbicara bahwa akan ada OTT," sebut ML saat menjawab pertanyaan JPU.

ML kembali menjawab pertanyaan JPU bahwa hal itu diungkapkan SJ karena ngobrol biasa. 

Terlihat kurang puas, JPU mempertanyakan tujuan SJ membicarakan tentang KPK, padahal pada awal pertemuan hanya membahas seputar pembangunan, tetapi mengapa pada pertemuan selanjutnya malah membicarakan OTT KPK.

"Karena pada waktu itu, seingat saya ada laporan aduan yang dibuat RM yang dilaporkan ke KPK," ucapnya.

Pada pertanyaan berikutnya, ML juga tidak membenarkan poin 13 dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya, yaitu terkait keterangannya sebagai pelopor pergerakan KPK kepada Herman. Menurutnya poin 13 pada BAP itu tidak pernah terucap.

"Tidak bener," kata ML.

Bantahan ML membuat Hakim Ketua, Lusiana Amping menanyakan terkait proses BAP terdakwa dan memastikan apakah terdakwa membaca hasil BAP sebelum menandatanganinya.

"Di penyidik (proses BAP nya, red), tetapi pada posisi memang saya kurang jujur," tutur ML serta memastikan telah membaca BAP sebelum menandatanganinya, saat menjawab pertanyaan Hakim Ketua.

Setelah itu, JPU kembali bertanya memastikan proses BAP terdakwa, apakah pada saat di BAP dirinya membaca hasilnya, memarafnya serta menandatanganinya.

"Saya waktu itu baca, saya paraf dan tanda tangani," tutur ML dalam menjawab beberapa pertanyaan JPU.

Mendengar jawaban ML, JPU meminta terdakwa untuk maju ke hadapan Hakim ketua dan memperlihatkan salinan BAP terdakwa yang dibantahnya.

Setelah diperlihatkan, JPU kembali menegaskan apakah ML masih ingin menyangkal keterangannya pada poin 13 tersebut.

"Kalau soal itu saya tidak pernah ngomong apapun. Saya tidak membenarkan," tegas ML. (wan/cr3)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar