Tim Nawacita Presiden RI Dukung Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Lingkar Hijau
*Kembanganan Bibit Tanaman Hutan Untuk Hadapi Kerusakan Lahan eks Tambang Batubara*

Tim Nawacita Presiden RI Dukung Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Lingkar Hijau

Foto : Komunitas Lingkungan Hidup Lingkar Hijau Kabupaten Lahat foto bersama saat melakukan kegiatan peringatan Hari Bumi di Kelurahan Sari Bunga Mas. (Ist)


SUMSEL. Maharnews.com - Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Presiden Jokowi, melakukan blusukkan di Kecamatan Merapi Barat Kabupaten lahat, Sumatera Selatan 

Blusukkan ini dimanfaatkan masyarakat desa, untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada Tim Nawacita Presiden bidang percepatan pembangunan Infrastruktur daerah perbatasan, terpencil, tertinggal dan rawan konflik.

Ketua Komunitas Lingkungan Hidup Lingkar Hijau, Heryandi Alfian mengungkapkan, sejak lama penduduk di kawasan lahan pertambangan batubara yang tidak produktif lagi meninggalkan kerusakan pada ekosistem, akibatnya lahan eks tambang tanahnya menjadi kritis, tidak ada lagi tumbuhan yang dapat hidup di atas tanah.

"Ini menjadi masalah lingkungan yang berdampak langsung pada keberlangsungan hidup masyarakat," ujar Heryandi menyampaikan kepada Tim Nawacita Presiden Ruri Jumar Saef di dampingi Meina F Paloh.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat desa yang tergabung dalam koperasi Tani dan Komunitas pemerhati lingkungan Lingkar Hijau Indonesia menyampikan bahwa telah melakukan langkah langkah untuk dapat menyelamatkan lahan eks tambang dengan melakukan pendampingan, memberikan penyuluhan pada masyarakat di sekitar tambang untuk dapat berperan serta dan peduli terhadap lingkungan dengan cara membuat kelompok tani persemaian dan pembibitan dengan memanfaatkan lahan warga dan apabila sudah cukup umur dapat segera di tanam pada lahan eks tambang batubara yang ada di sekitar.

"Untuk mencapai hasil Yang maksimal tidaklah mudah karena kami tidak pernah mendapatkan bantuan baik dari CSR perusahaan Tambang, pemerintah propinsi ataupun Pemkab,"beber Heryandi seraya mengungkapkan kalau selama ini pihaknya mengandalkan dana swadaya masyarakat yang seadanya.

Heryandi tak menampik, agar lebih maksimal kegiatan tersebut tentunya perlu bantuan dan pelatihan dari pihak pihak terkait khususnya perusahaan pertambangan batubara yang beroperasi dan berusaha di desanya.

"Kami sangat mengharapkan Presiden Joko Widodo melalui blusukan Tim Nawacita ini dapat mendengarkan dan merealisasikan permintaan kami, agar masyarakat di sini dapat hidup layak dan sejahtera bukan hanya melihat pengusaha tambang yang hidup mewah sedangkan kami yang hidup di tanah ini hanya menerima dampaknya mulai dari kebisingan kendaraan berat, Debu, panas,"kata Heryandi.

"Dan yang paling Utama ekosistem tanah kami sudah rusak hendak kemana kami mengadu, karena itu sangat merugikan perekonomian warga,” ungkapnya di hadapan Staff Ahli Presiden, Ruri Jumar Saef.

Mendengar hal itu, Ruri Jumar Saef  yang juga Ketua Dewan Pembina Asosiasi Penangkar Benih Tanaman  Hutan dan Hortikultura Indonesia langsung memberikan arahan kepada masyarakat, bahwa memang perlu peran serta aktif dari masyarakat untuk mendukung program Nawacita Presiden jokowi dalam hal pemberdayaan masyarakat untuk menjadi mandiri dengan menggali dan mengoptimalkan potensi sekitar lahan eks tambang

"Sesuai instruksi presiden jokowi perlu nya kelompok masyarakat itu berbadan hukum agar dapat mengajukan proposal untuk bantuan pendanaan, pembinaan dan pelatihan dari seluruh stakeholder agar dapat mencapai masyarakat mandiri dan sejahtera,"jelas Ruri.

Ruri sangat mengapresiasi terkait langkah Yang telah di lakukan hanya saja menurutnya, perlu keseriusan dukungan pembinaan dari Balai Benih kehutanan dan BP DAS Sumatera Selatan. 

 

"Untuk dapat juga melibatkan masyarakat lokal dalam melakukan penanaman dan Reboisasi tetunya dengan melakukan pembelian Tanaman hutan varitas lokal sesuai dengan epindemiknya,"terangnya.

Ruri mengungkapkan, berdasarkan laporan dan keluhan masyrakat bahwa BP DAS Sumatera Selatan sekarang lagi banyak membutuhkan bibit untuk di lakukan penanaman di daerah hutan lindung, akan tetapi banyak kekecewaan masyarakat karena bibit yang di tanam bertolak belakang dengan apa Yang di usulkan atau di butuhkan masyarakat kawasan hutan lindung.

"Mereka khawatir program penghijauaan dari kementerian LH dan Kehutanan melalui  Dirjen RHL  hanya menghabiskan uang negara saja tanpa ada manfaat Yang signifikan terhadap kesejahteraaan masyrakat,"pungkasnya. (Nuk/Cr 9).



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar