Waspada... Ada Catut Nama dalam Program BPNT
Plt. Bupati: yang mengatasnamakan saya itu bohong besar

Waspada... Ada Catut Nama dalam Program BPNT

Foto : Facebook humas Cianjur



CIANJUR. Maharnews.com – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program Nasional yang bertujuan mengurangi beban Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam hal pemenuhan kebutuhan bahan pokok. Tak aneh jika akhirnya bermunculan oknum tak bertanggungjawab yang ingin mencari keuntungan. 

Informasi yang dihimpun maharnews, dalam melancarkan aksinya para oknum tak segan mencatut nama tokoh, pejabat atau bahkan kepala daerah. Rumor yang beredar, tujuan utama pencatutan nama itu agar bisa mendapatkan hak penyuplai bahan pangan.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Bupati Cianjur, Herman Suherman membantah rumor yang mencatut namanya dalam penentuan penyuplai dalam program BPNT. Menurutnya itu tidak benar dan jelas kebohongan yang sengaja dibuat.

“Pemerintah daerah tidak mengatur seperti itu sedikit pun. Nggak ada, yang mengatasnamakan saya, mengatasnamakan Kadinsos itu semua bohong besar. Nggak ada itu,” kesalnya saat ditemui di Pendopo dalam acara silahturahmi dengan masyarakat hukum beberapa waktu lalu.

Mengetahui adanya rumor itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Muhammad Ikhsan pun turut bicara. Ia sengaja menanggapi hal itu karena sebagai insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk meluruskan rumor yang beredar dan menegaskan tidak benar adanya alokasi anggaran dari program BPNT, itu hanya disebarkan orang atau pihak yang tidak bertanggunh jawab.

“Disayangkan adanya informasi tersebut, itu jelas hoax," tegas Ikhsan.

Ikhsan tidak menampik jika PWI Cianjur menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, leading sector program BPNT dari Pemerintah Kabupaten Cianjur, yakni Dinas Sosial.

“Apa yang kami lakukan itu sesuai dengan PD PRT di pasal 5 disebutkan upaya PWI dilakukan ke dalam dan ke luar. Menjalin kerjasama dengan unsur pemerintah, masyarakar dan organisasi pers lainnya. Termasuk dengan Dinas Sosial Kabupaten Cianjur,” katanya.

Begitu pula dengan upaya memfasilitasi media dengan berbagai pihak, karena upaya ke dalam itu disebutkan PWI ikut memperjuangkan kesejahteraan wartawan.

“Selain mengembangkan profesionalisme wartawan, disebutkan ikut memperjuangkan kesejahteraan wartawan sebagai upaya ke dalam. Salah satunya memfasilitasi kerjasama publikasi atau sosialisai antara pihak swasta dengan perusahaan media, agar wartawan sejahtera," tandasnya. (wan)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar