Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Undangan Dadakan Jadi Alasan Wakil Rakyat Mangkir Karnaval, Bupati Bantah Ada Kerenggangan

Undangan Dadakan Jadi Alasan Wakil Rakyat Mangkir Karnaval, Bupati Bantah Ada Kerenggangan

Foto : Bupati Cianjur : dr. Mohammad Wahyu Ferdian


CIANJUR.maharnews.com - Meriahnya gelaran Karnaval Budaya dalam rangka Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349 dan HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang digelar pada Sabtu 22 Agustus 2026, ternyata menyimpan sisi kelam di balik panggung perayaan.

Terungkap fakta mencolok: hampir seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur memilih absen dari barisan pawai—bukan karena enggan, melainkan karena undangan yang datang terlambat dan mendadak.

Salah satu anggota dewan yang enggan disebut namanya menyampaikan kekesalan kepada wartawan di ruang wakil rakyat, Senin 24 Agustus 2026. Penerimaan surat yang serba terburu-buru dianggap menyulitkan mereka untuk hadir secara layak.

"Bagaimana kita bisa hadir dengan tertib jika surat undangan baru diterima secara mendadak? Kondisi ini baru terjadi setelah ada protes keras dan kemarahan dari sejumlah anggota dewan yang merasa diabaikan prosedurnya," tegasnya dengan nada kesal.

Isu ini pun memicu spekulasi luas di kalangan publik mengenai adanya perpecahan atau jurang kekecewaan yang lebar antara Pemerintah Kabupaten Cianjur selaku eksekutif dengan lembaga legislatif yang seharusnya menjadi mitra sejajar.

Namun, menanggapi kekisruhan jadwal dan ketidakhadiran tersebut, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan sikap santun namun tegas. Ia menilai kelancaran acara tidak bergantung semata pada kehadiran fisik para wakil rakyat.

"Acara tetap berjalan lancar dan kondusif. Kami meyakini bahwa merayakan hari jadi daerah itu bukan sekadar kehadiran fisik di lapangan. Intinya terletak pada bagaimana kita mengisi waktu dengan kerja nyata, hasil yang berarti, dan manfaat langsung bagi rakyat," ujar Bupati menanggapi sorotan tajam media.




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE