Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Pilkades Digital Cianjur Mundur ke November: Antara Alasan Anggaran dan Data Pemilih

Pilkades Digital Cianjur Mundur ke November: Antara Alasan Anggaran dan Data Pemilih

Foto : Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian


CIANJUR.maharnews.com - Jadwal pemungutan suara Pilkades Serentak Kabupaten Cianjur yang semula ditetapkan pada 18 Oktober 2026 resmi diundur ke bulan November. Namun hingga saat ini, tanggal pasti belum ada - semua masih menunggu tanda tangan Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, atas Keputusan Bupati terbaru.
 
Dua alasan, satu ketidakpastian. Bupati menjelaskan penundaan ini terkait penyelesaian APBD Perubahan 2026 agar tidak ada kendala administrasi keuangan.

Sementara Wakil Ketua Panitia Pilkades, Arief Purnawan, menekankan masalah validasi data pemilih. Sistem digital yang digunakan tidak mengambil data dari KPU, melainkan dari masing-masing Pemerintah Desa yang diunggah ke sistem Pemerintah Provinsi dan proses verifikasi ulang inilah yang dinilai belum tuntas sepenuhnya.
 
Dua alasan yang sama-sama penting. Namun pertanyaan publik tetap sederhana, mengapa persiapan yang seharusnya berjalan berbulan-bulan baru terlihat kendalinya saat tinggal hitungan minggu menuju hari H.
 
47 Desa, 23 kecamatan, satu sistem baru. Pilkades digital ini diikuti 47 desa di 23 kecamatan. Sebuah langkah maju yang patut didukung asal siap. Jika data pemilih belum akurat, jika anggaran belum pasti, maka mundur adalah keputusan yang lebih bijak daripada memaksakan proses yang berisiko cacat prosedur.
 
Tetapi ketidaksiapan ini juga menjadi catatan penting, teknologi tidak otomatis menyelesaikan masalah jika fondasi datanya belum kokoh. Kesigapan dan ketelitian dari seluruh pihak mutlak diperlukan agar saat tanggal pasti ditetapkan nanti, tidak ada alasan lagi untuk menunda. Hak pilih warga tidak boleh terhambat oleh ketidaklengkapan data.
 
Keputusan Bupati sedang ditunggu. Semoga tanda tangan itu turun secepatnya lengkap dengan tanggal yang jelas, sehingga masyarakat tahu kapan pesta demokrasi mereka benar-benar akan digelar. Demi kepercayaan publik, proses ini harus selesai dengan tuntas, tanpa keraguan sedikit pun.



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE