DPD Lsm FPMI Cianjur, Selamatkan PMI Sakit di Arab Saudi Asal Bojongpicung

DPD Lsm FPMI Cianjur, Selamatkan PMI Sakit di Arab Saudi  Asal Bojongpicung

Foto : Ketua DPD Lsm FPMI Dhani Rahmad, saat menjemput PMI di Bandara Sukarno -Hata


CIANJUR. Maharnews.com - Fitri Fatonah 39 tahun, binti Asep Saepudin, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengalami sakit di Arab Saudi, asal Kampung Bojongpicung Rt 03/03 Desa Bojongpicung, Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, akhirnya pulang kepangkuan keluarga dengan selamat, Minggu (3/11/2019).

Kepulangan PMI tersebut kepangkuan keluarga, tidak terlepas dari peranan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Perlindungan Migran Indonesia (DPD Lsm FPMI) Kabupaten Cianjur.

Ketua DPD Lsm FPMI Dhani Rahmad menjelaskan, Pada awalnya Firmansyah suami dari Fitri Fatonah, mengadu ke Kantor DPD Lsm FPMI, bahwa istrinya ini sakit diduga mengalami gangguan mental di Arab Saudi.

Tanpa menunggu lama, kita langsung bergerak, dan kita telusuri, serta kita urus kepihak-pihak yang terkait, kita negosiasi dengan pihak perwakilan yang ada di Saudi Arabia. Alhamdullilah PMI tersebut bisa dipulangkan, pada Minggu (3/11/2019), pukul 4.00 WIB pagi tadi.

"Dan sekarang sudah ada di rumah keluarganya dengan selamat, dan hak-haknya sudah diberikan, Gajinya sudah dibayar," Jelas Dhani.

Jadi PMI ini, lanjut Dhani Rahmad, memang dari awalnya sebelum pemberangkatan, menurut pengakuan keluarganya, dia pernah keluar Negeri dia sempat di siksa sama majikannya, sehingga yang bersangkutan mengalami gangguan mental.

"Itu pada waktu dia kembali ke Arab Saudi, diduga mungkin belum sembuh total dari penyakit yang di derita, dan akhirnya si-PMI tersebut penyakitnya kambuh. Karena mungkin pikiranya terlalu memikirkan keluarga, ditambah jauh dari keluarga, suami dan anak, mungkin itu penyakitnya kambuh lagi." Ujarnya.

Sementara Advokasi Lsm FPMI Asep Mulyadi,SH saat ditanya terkait proses penanganan PMI yang bermasalah di Luar Negeri menyampaikan, pertama kita melengkapi dokumen PMI yang akan kita bantu, terus kita cek apakah PMI itu terdaftar tidak, kalau sudah terdaftar tentu kita akan leih mudah.

"Selebihnya kita melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama dengan pihak KBRI, KJRI, selain dari pada pihak perusahaan itu sendiri yang memproses keberangkatan PMI. Kalau kesulitannya untuk PMI yang ilegal itu, kita harus mendapatkan data -data.

Selanjutnya PMI yang legal di proses, dan direkomendasi, baik itu oleh Disnakertrans maupun daftar di BNP2TKI. itu kesulitan salah satunya untuk mendapatkan data. Selebihnya ketika kita sudah mendapatkan data baik legal maupun ilegal ada pihak yang terkait yang bertanggung jawab KJRI maupun di KBRI -nya," Terang Asep Mulyadi.

"Alhamdulillah yang sudah kita pulangkan cukup banyak di hari ulang tahun FPMI peratama saja, kita sudah memproses lebih dari pada 83 PMI, itu yang sudah kita bantu dengan berbagai macam permasalahan.

Sekarang kita hampir terus memperoses PMI, baik yang kita ajukan maupun proses yang sudah kita ajukan, dan di pulangkan ke Tanah Air. Bahkan kemarin, kita baru saja memulangkan PMI yang bermasalah di luar Negeri," Sambung Asep.

Ditanya soal ada berapa banyak pengaduan soal PMI bermasalah yang datang ke Lsm FPMI Cianjur,  Asep Mulyadi mengatakan.

"Yang mengadukan ke lembaga kami, saat ini kita terima, dibulan ini, lebih dari 27 permasalahan, yang sedang kita proses sekarang, untuk pemulangan ke tanah air, dengan berbagai macam masalah, baik mereka yang sakit, ataupun yang mendapatkan permasalahan tidak dibayar Gaji, ataupun perbuatan yang kurang bagus," Pungkasnya. (NN)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar