Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Perkara Dua Labu Siam, Susilawati Sambangi Keluarga Korban Penganiayaan

Perkara Dua Labu Siam, Susilawati Sambangi Keluarga Korban Penganiayaan

Foto : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur sekaligus Ketua DPC PDIP Cianjur, Susilawati saat sambangi rumah duka, Jumat, 6 Maret 2026.



CIANJUR. Maharnews.com - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga M (56), warga Kampung Bayabang, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, yang meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan. Di tengah kepedihan itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur sekaligus Ketua DPC PDIP Cianjur, Susilawati, sambangi rumah duka, Jumat, 6 Maret 2026.

Bukan sekadar kunjungan seremonial, Ia datang membawa empati, mendengarkan langsung kisah pilu keluarga, serta berkomitmen untuk memastikan hak-hak keluarga korban, terutama di bidang pendidikan, tetap terjamin.

Peristiwa tragis yang merenggut nyawa M terjadi pada Sabtu (28/2/2026) lalu. Korban diduga menjadi sasaran pemukulan dan tendangan oleh pelaku berinisial UA. Akibat luka serius yang dideritanya, M mengembuskan napas terakhir pada Senin (2/3/2026) di kediamannya.

Kehadiran Susilawati tampak didampingi jajaran partai, Ketua PAC Kecamatan Cugenang, Ketua PAC Kecamatan Warungkondang, serta Ketua Ranting Desa Talaga.

"Kami dari DPRD Kabupaten Cianjur mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucapnya.

Susilawati menyoroti motif di balik peristiwa nahas tersebut. Diduga kuat, pertikaian itu dipicu oleh permasalahan sederhana yang fatal, dua buah labu siam.

"Ini adalah potret nyata dampak sosial dari persoalan kemiskinan. Hanya karena dua buah labu, nyawa sampai melayang. Ini fenomena yang harus kita respons bersama, jangan sampai terulang lagi. Persoalan seperti ini harus menjadi perhatian khusus semua pihak, Kami mendorong baik pemerintah pusat ataupun daerah lebih memprioritaskan program- program pro rakyat untuk mengurangi angka kemiskinan hususnya di Kabupaten Cianjur," tegasnya.

Politisi perempuan yang geulis tersebut juga memberikan perhatian lebih terhadap masa depan generasi keluarga korban. Ia telah menanyakan langsung kepada pihak keluarga apakah ada anak atau saudara korban yang masih menempuh pendidikan.

"Insya Allah, dari PDIP Perjuangan akan memberikan perhatian khusus dan bantuan untuk masalah pendidikan keluarga korban. Kami tidak ingin kejadian ini memutus masa depan mereka," janjinya.

Kepergian M menyisakan luka yang dalam, terutama bagi ibu kandungnya yang saat ini telah berusia 99 tahun. Adik korban, Tita, dengan mata berkaca-berkaca menceritakan bahwa almarhum adalah tulang punggung sekaligus pengasuh utama sang ibunda.

"Kesehariannya memang mengurus Ibu. Beliau ini tulang punggung keluarga, bekerja serabutan setiap hari untuk mencukupi kebutuhan," tutur Tita.

Ia pun mengenang momen terakhir sang kakak yang begitu menyayat hati. Beberapa waktu sebelum kejadian, M sempat membawa pulang dua buah labu siam. 

"Katanya mau dimasak untuk Ibu," kenangnya pilu.

Pasca kepergian M, para anggota keluarga besar bergantian merawat sang ibunda yang telah renta. Tita pun mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Susilawati yang telah berkenan hadir ke rumah saya. Kehadiran beliau sedikit banyak menguatkan kami," ucapnya.

Sementara itu, proses hukum terhadap tersangka UA (pelaku) saat ini masih terus berjalan di Polres Cianjur. Keluarga berharap keadilan dapat ditegakkan. (anang)




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE