Kisah Lika Liku Sang Loyalis (2)

Kisah Lika Liku Sang Loyalis (2)

Foto : Herman Suherman ditemani sang guru, Tjetjep Muchtar Soleh saat mendaftar ke KPUD Cianjur. (Net)


Menjadi Aktor Politik

CIANJUR. Maharnews.com - Tahun 2016, Cianjur memasuki tahun politik, seiring habisnya masa jabatan TMS sebagai Bupati Cianjur. Pemilihan Kepala Daerah harus digelar kembali, mencari orang orang pilihan yang pantas menunggangi kursi kosong pendopo yang bakal ditinggal pergi sang jagoan tua TMS. 

Seiring dengan itu, grand desain politik untuk membangun sebuah dinasti secara tersetruktur mulai di petakan TMS. Herman yang saat itu masih menjabat sebagai Dirut PDAM Tirta Mukti secara mendadak mengundurkan diri dari jabatannya. 

Sebuah pilihan yang sangat berat bagi ukuran pejabat biasa. Tapi tidak bagi seorang Herman, karena pengunduran dirinya tersebut merupakan permintaan sekaligus perintah dari Sang Guru. 

Penetapan pengunduran dirinya tersebut tertuang dalam SK Bupati Nomor 539/Kep.190-PDAM/2015 tentang pemberhentian Dirut dan pengangkatan Plt Perum DAM tertanggal 6 Juli 2015.

Pengunduran dirinya tersebut secara resmi diumumkan kepada masyarakat lewat para pewarta. Berikut pernyataannya "Saya resmi mengundurkan diri dari jabatan ini karena hendak mencalonkan diri sebagai Bupati, berpasangan dengan Dr Ratu Tri Yulia yang saat ini menjabat Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur,"ujar Herman saat konferensi pers di Gedung Pusat PDAM Cianjur (dikutip dari Tribun Jabar.com)

Sejak saat itu, mantan Sang Pengendali Air secara perlahan namun pasti, mulai meninggalkan padepokan Cikahuripan yang selama ini menjadi tempat menimba ilmu. 

Herman mulai menapakan kakinya terjun di pentas panggung sandiwara politik Cianjur. Duet Herman-Ratu bentukan TMS langsung menjadi sorotan publik. Nama keduanya langsung meroket, terlebih setelah pasangan birokrat itu mendapat dukungan Partai Demokrat yang saat itu merupakan partai peraih kursi terbanyak di DPRD Cianjur.

Dinamika politik memang sulit ditebak, perubahan pola permainan ataupun strategi bisa terjadi kapan saja. Ini pula yang menimpa pasangan Herman-Ratu. Secara mendadak Partai Demokrat mengumumkan pasangan yang akan didukung sebagai calon bupati dan wakil bupati Cianjur periode 2016-2021 adalah Herman Suherman-Irvan Rivano Muchtar. DPC Demokrat merubah konstelasi politik tersebut pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan larangan Petahana di Pemilukada 2015.

Meskipun saat itu hanya dicalonkan sebagai wakilnya Herman, naiknya sang putra mahkota petahana di kancah Pilkada Cianjur membuat ketar ketir calon lain. Nama besar TMS lagi lagi menjadi penyebabnya. Mereka memprediksi jago tua itu akan turun dengan kekuatan penuh demi sang anak, Irvan Rivano Muchtar (IRM).

Bayangan bisa melenggang duduk di kursi utama Pendopo Cianjur sudah tersirat dalam benak Herman. Sayang, rasa yang kerap mengoda itu akhirnya harus terkubur dalam pusaran waktu. Lagi lagi Herman harus mengelus dada menghadapi permainan politik.

Meskipun lokal, permainan politik ala Cianjuran tak bisa dianggap sebelah mata. Bisa dikatakan pola politik Cianjur memang kearifan lokal namun dengan cita rasa internasional. 

Permainan politik tingkat tinggi kembali ditunjukan TMS. Mendekati perhelatan pesta demokrasi kejutan demi kejutan terus bermunculan. Pasangan Herman-Irvan yang awalnya menggunakan perahu Partai Demokrat secara mendadak beralih, memutuskan menggunakan perahu Partai Golkar.

Setelahnya menggunakan perahu Partai Golkar posisi pasangan lagi lagi mengalami perubahan, sang putra mahkota Irvan Rivano Muchtar yang sebelumnya diposisikan sebagai calon wakil bupati beralih menjadi calon bupati, dengan Herman Suherman sebagai wakilnya. 

Loyalitas Herman terhadap TMS memang luar biasa, kendati bertubi tubi mengalami kekecewaan, namun tetap patsun terhadap titah Sang Guru untuk setia mendampingi sang putra mahkota maju di kontestasi Pilkada 2015.

Melaju dengan partai berlambang beringin, pasangan bertagline BERIMAN itupun akhirnya resmi mengikuti kontestasi Pilkada 2015 didukung empat parpol lainnya yaitu PKB, PBB, PPP dan NasDem...



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar