Alat Berat Mamasuki Kawasan Gunung Pangrango, Disoal Warga dan Aktivis!!

Foto : Warga saat memperotes alat berat memasuki kawasan Gunung Pangrango
CIANJUR.maharnews.com - Warga dan Aktivis Gerakan Suryakencana (AGS) menyoal satu unit ekskavator memasuki kawasan Gunung Pangrango pada Minggu 11 Januari, jam 02. 00 WIB dini hari.
Alat berat tersebut, melintasi jalan Kampung Pasir Cinagirang, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur yang menjadi simbol penolakan warga terhadap proyek panas bumi (geothermal).
Informasi, bahwa alat berat tersebut merupakan milik kontraktor yang disewa oleh PT Daya Mas Geopatra Pangrango. Alat berat tersebut untuk membuka jalan menuju area Ciguntur, dan bukan berasal dari instansi pemerintah seperti BPBD.
"Dengan adanya alat berat tersebut, memasuki kawasan Gunung Pangrango menimbulkan keresahan di lingkungan warga setempat," ujar koordinator Aktivis Gerakan Suryakencana, Ario Prima kepada wartawan.
Satu unit Ekskavator memasuki kawasan Gunung Pangrango pada Minggu jam 2 malam dinihari itupun, sontak menjadi bahan perbincangan hangat.
Ario menyesalkan sikap para ketua RT/RW yang tidak meberikan informasi kepada masyarakat, meski pihak BPBD telah memberikan penegasan agar para ketua RT/RW untuk menyampaikan hal itu kepada masyarakat.
"Ini sangat disesalkan sekali, informasi itu tidak disampaikan oleh ketua RT/RW ke tingkat warga," kata Ario.
Ario meminta dengan tegas pihak kontraktor perusahaan untuk tidak lagi melewati jalur yang ditolak warga, dan alat berat yang sudah ada di atas harus diturunkan kembali.
"Silakan ambil jalur sendiri, jangan membuat heboh dan memicu keresahan warga, dan alat berat yang sudah dibawa ke atas harus diturunkan kembali, jangan disimpan di sini, karena tidak adanya pemberitahuan telah menimbulkan kecemasan," tandasnya.
Ario berharap kepada seluruh pemdes setempat, Kepala Desa (Kades), dan Sekretaris Desa (Sekdes), termasuk Ketua BPD, untuk memberikan teguran kepada pihak perusahaan, agar tidak mengulangi membawa alat berat melewati jalur penolakan ke RW'an 002 dan RW 003 Kampung Pasir Cinagirang.
Karena kata Ario, berpotensi menimbulkan gejolak dan keresahan masyarakat, mengingat kondisi saat ini masyarakat siaga satu sebagai bentuk kewaspadaan.
"Segala sesuatu yang berada di jalan yang benar tidak perlu disembunyikan. Kami meminta kejelasan dan komunikasi yang baik. Warga menuntut kejelasan dan komitmen perusahaan untuk menghormati kesepakatan serta menjaga ketenangan lingkungan," pungkasnya. (Anang).
Baca
- Pisah Sambut Kapolres Lama dan Kapolres Cianjur Baru, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi
- Warga Desak Itda Audit DD Wangunjaya Secara Menyeluruh
- Redaksi Maharnews: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026
- Irfan Aulia Budiman: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026
- Azis Muslim: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026
- Susilawati: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026
- Hendra Malik: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026
Berita Terkait
Tulis Komentar Facebook
Komentar Facebook
Kembali ke Home












