CIANJUR.maharnews.com - Puluhan warga tergabung dalam Gerakan Masyarakat Wangunjaya Menggugat (GMWM), melakukan audiensi di kantor Inspektorat Daerah (Itda) Kabupaten Cianjur, desak Itda untuk melakukan audit menyeluruh terhadap semua Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan Dana Desa (DD) Wangunjaya.
Audiensi berlangsung tegang dan alot menyusul permintaan warga terhadap kades Wangunjaya untuk membuka semua Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan desa sejak 2021 hingga 2025 kemarin dengan memberikan tanggat waktu selama 14 hari kerja.
Selain itu, forum warga tersebut juga mengancam akan melakukan aksi besar-besaran ke kantor Bupati Cianjur jika tuntutan itu, tidak direalisasikan.
Koordinator dan juga sebagai ketua forum GMWM, Ari Setiawan dengan tegas meminta transparansi anggaran dana desa total, dan salinan LPJ dari desa, secara detail penggunaannya sejak tahun 2021 hingga 2025.
"Kami tegas meminta transparansi DD total dan salinan SPJ secara detail. Karena itu hak kami," kata Ari dalam kesempatannya, Selasa 6 Januari 2026.
Tidak hanya menyampaikan seputar transparansi keuangan, forum tersebut juga menyinggung kejadian tindakan hukum atas pengeroyokan warga yang dinilainya memihak yang pro.
"Kami minta Kades untuk tidak memihak antara pro dan kontra. Kami anggap banyak pemihakan, termasuk saat terjadi pengeroyokan (terhadap warga), bahkan Kades tidak ada niat meraih kesepakatan," kata Ari.
Disinggung hasil Audiensi, Ari mengaku menghasilkan sebuah nota kesepakatan awal antara warga dan Kepala Desa.
"Hanya mendapatkan hasil kesepakatan, namun kita tegaskan kepada Itda untuk bersikap terbuka dan objektif dalam melakukan audit DD Wangunjaya," tegasnya.
Sementara Kepala Desa Wangunjaya, Misbahudin tidak banyak komentar, namun santai dan tenang.
"Audiensi berjalan dengan lancar, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk kemajuan Desa Wangunjaya," singkat Musbah. (Anang).