Isfhan Taufik M : Saking Cintanya Orang Cianjur, Istri Saya Pun Orang Cianjur

Foto : Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar. Isfhan Taufik Munggaran
CIANJUR.maharnews.com - Puncak peringatan Hari Jadi Cianjur (HJC) ke 349 digelar di gedung DPRD Cianjur, tahun ini mengusung tema "Rakyat Raksa Raharja" dimaknai sebagai ajakan untuk bersatu, saling menopang, saling menjaga menguatkan demi kejayaan daerah Cianjur.
Nilai ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga panduan dalam kehidupan sosial masyarakat. Tema tersebut mencerminkan semangat persatuan dan kolaborasi dalam mendorong kemajuan daerah Cianjur.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dari unsur legislatif nasional, tampak anggota DPR RI Isfhan Taufik Munggaran.
Dengan menggunakan pakaian adat sunda pangsi serba hitam yang melambangkan kesederhanaan, kemandirian dan semangat kerja keras. Ditemui usai acara, Isfhan mengaku bahwa kehadirannya dalam acara peringatan HJC adalah undangan yang kedua kalinya.
"Saya ini di undang untuk yang kedua kalinya. Alhamdulillah saya datang, tahun lalu, dan tahun ini pun datang. Kalau dilihat dari sembilan anggota DPR RI mungkin cuma saya yang datang," ujar Isfan, Minggu 12 Juli 2026.
Ditanya, seberapa besar kecintaan terhadap kota berjuluk tatar santri ini? Sosok politisi partai Golkar kelahiran 30 Oktober 1994 itu menegaskan bahwa mencintai tanah kelahiran, tempat pertama tumbuh dengan sejuta kenangan, dapat dikatakan sebagai sifat dasar.
"Urusan cinta dan tidak cinta terus terang Cianjur ini adalah Lemah Cai. Artinya saya dilahirkan di sini, saya besar di sini, dan bagaimanapun juga tidak bisa meninggal Cianjur. Saking Ciantanya orang Cianjur, istri saya pun orang Cianjur," imbuhnya.
Disampaikan oleh pak gubernur, pak bupati, juga ketua DPRD, bahwasanya tugas dan fungsi sebagai pejabat itu hanya jangan semacam administratif saja. Mengapa demikian, percuma kalau misalkan kita mendapatkan hal-hal yang administratif sifatnya pujian, akan tetapi perjalanan masih banyak semrawut yang harus kita rapihkan.
Artinya, kata Isfhan, ini pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja, baik legislatif, maupun eksekutif, akan tetapi ini sebuah tanggung jawab bersama. Contoh tadi, ketika pak Kapolres Cianjur yang dijuluki oleh pak bupati yang memberantas knalpot brong itu menjadi bagian yang darimana dan bagaimana kecintaan bapak kapolres Cianjur itu sendiri.
"Saya apresiasi karena Cianjur harus adem ayem, jangan berisik, bukan tempatnya. Jadi contoh-contoh hal seperti itu yang seharusnya memang harus dikembangkan oleh instansi-instansi lain juga," katanya.
Lebih lanjut, Isfhan berharap bahwa kecitaan terhadap tanah kelahiran bukan hanya sekedar selogan semata, namun, harus dibuktikan dengan wujud nyata. Katena menurutnya, ketika ada pembangunan yang bersifatnya sosial kemanusiaan jangan sampai tersisihkan.
Contoh, kata Isfhan, ada posyandu yang sudah tidak layak, atau ada posyandu yang memang tempatnya tidak ada atau di angka kelahirannya tinggi.
"Artinya siapapun itu harus bisa berbuat. Lalu, urusan perairan kita harus sudah bisa menjaga air itu, karena bagaimana pun Cianjur itu adalah lumbung padi terbaik dan itu pun menjadi PR kami bersama. Jadi tidak hanya airnya saja, tetapi lahan-lahannya pun harus digalakkan kembali," pungkasnya.
Baca
- Soal Sengketa Villa Bougenville II, Dinas Perizinan Minta Pengembang Untuk Mengajukan Penyerahan
- Polemik Fasos/Fasum Bougenville II di Bawa Kemeja Dewan, Audiensi Sempat Ricuh!!
- Golkar Cianjur di Persimpangan, Dua Kader Penentu Masa Depan
- Bupati Buka Program PPVP, Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
- Peringati HLP, Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Gelar Upacara di SMK 1
- Persib Bandung Juara, Bupati Cianjur dan Kapolres Ikut Konvoi
- Tertibkan PKL Ciloto Puncak, KDM dan Bupati Cianjur Terjun Langsung
Berita Terkait
Tulis Komentar Facebook
Komentar Facebook
Kembali ke Home













