KTA Jokowi : Pintu Terbuka, Menang Masih Harus Dibangun Sendiri

Foto : Dok PSI Cianjur
CIANJUR.maharnews.com - Jokowi sudah memegang KTA PSI, namun di Cianjur, realitas politik tak seindah sorotan media nasional. Angka bicara tegas tidak ada lonjakan keanggotaan yang melesat setelah mantan Presiden itu mengumumkan keanggotaannya.
Per 4 Oktober 2026, total pendaftaran aktif PSI Cianjur tercatat 6.565 orang. Gelombang terbesar justru terjadi sebelum Jokowi tampil Mei–Juli sendirian menyumbang 3.470 pendaftaran, atau 79% dari tambahan sepanjang tahun.
Pada hari pengumuman itu, hanya 8 orang masuk. Delapan hari berikutnya? Cukup 31 nama. Angka yang datar, bukan ledakan. Di balik sorotan nasional, Ketua DPD PSI Cianjur Anggarda Giri Rajati jujur tanpa balut.
"Nama besar dapat membuka pintu, tetapi tidak dapat menggantikan struktur yang menjaga rumah setiap hari." ujar ia dalam artikel yang diterima redaksi, Senin 5 Oktober 2026.
Benar, momentum Jokowi meluruhkan keraguan tokoh-tokoh berpengalaman mantan pejabat, ketua ormas, bekas anggota dewan mulai berkomunikasi. Namun nama-nama itu belum resmi bergabung, dan kepindahan mereka tak otomatis membawa basis pendukung. Justru ada risiko cemburu antar kader, benturan kepentingan, hingga ketergantungan pada satu nama yang bisa runtuh sewaktu-waktu.
Pemilu 2024 masih terngiang. PSI hanya meraih 7.967 suara atau 0,63% belum punya kursi sama sekali. Di enam dapil, perolehan tertinggi 1.918 suara, terendah cuma 535. Target enam kursi yang kini dibicarakan? Jauh dari mudah.
Popularitas Jokowi bisa membuat orang menoleh. Tokoh lokal bisa membuka pertemuan. Tapi suara di TPS tak datang dari nama besar di spanduk - ia datang dari kader yang turun ke jalan, program yang dipahami warga, dan struktur yang kokoh hingga ke tingkat bawah.
KTA Jokowi memberi PSI satu hal berharga ruang bicara yang dulu tertutup. Tapi itu saja tak cukup. Anggarda menegaskan
"Pak Jokowi tidak menciptakan gelombang Cianjur dari nol. Ia memberi wajah nasional kepada gelombang yang lebih dulu tumbuh." tandasnya.
Rapat Koordinasi Daerah mendatang akan menjadi ujian sesungguhnya. Apakah tokoh-tokoh baru hanya akan duduk di barisan depan untuk foto, atau benar-benar mengerahkan jaringan? Apakah kader lama tersisih atau justru diperkuat? Apakah strategi dirapikan, atau hanya mengandalkan nama?
KTA Jokowi sudah di tangan. Tapi untuk memenangkan Cianjur, kartu itu belum tentu menang sendiri permainan masih harus dimainkan, langkah demi langkah, di setiap desa dan setiap jalan.
Baca
- Metty Ttiantika Maknai Rasa Syukur Dengan Berbagi Di HUT ke 47
- Pilkades Digital : Diklaim Lebih Efisien, Tapi Jadwal Masih Gantung Di Tangan Bupati
- Digitalisasi Pilkades Dinilai Minim Celah Kecurangan, Lis Boy : Berharap Lahir Kades Berkualitas
- Berdiri Di Tengah Badai, Camat Pasirkuda Pertahankan Kedamaian Hingga Darah Pengabdian Tumpah
- Tugu Ayam, Telur Menjadi Simbol Kasih Ngerayap Community dan Polisi Tebar Kebersamaan
- Pesona Di Jalan Siliwangi : Nasi Berkah Di Tangan, Kasih Di Hati
- Setiap Jumat, Di Jalan Kasih Nasi Berkah Dari DPC PDIP Cianjur
Berita Terkait
Tulis Komentar Facebook
Komentar Facebook
Kembali ke Home













