Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Diawali Interupsi, Rapat Paripurna DPRD Cianjur Diakhiri Bentangan Spanduk "Keluarga Sanusi"

Diawali Interupsi, Rapat Paripurna DPRD Cianjur Diakhiri Bentangan Spanduk "Keluarga Sanusi"

Maharnews.com- DPRD Kabupaten Cianjur menggelar rapat sidang paripurna secara maraton, Senin 20 April 2026. 

Tercatat ada tiga acara rapat sidang paripurna yang digelar pada hari tersebut dengan agenda berbeda. 

Rapat paripurna pertama digelar pada pukul 09.00 WIB dengan Agenda : 

1. Penyampaian Nota Pengantar 3 (Tiga) Buah Raperda Usul Prakarsa DPRD Kabupaten Cianjur Oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur. 

2. Penjelasan Pimpinan DPRD Mengenai Rancangan Peraturan DPRD Tentang Kode Etik Dan Tata Beracara Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Cianjur. 

3. Penyampaian Nota Pengantar Bupati Cianjur Tentang 2 (Dua) Buah Raperda Usul Eksekutif. 

Rapat kedua pada pukul 13.30 Wib dengan agenda : 

1. Pendapat Bupati Cianjur Atas 3 (Tiga) Buah Raperda Usul Prakarsa DPRD Kabupaten Cianjur. 

2. Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Cianjur Atas 2 (Dua) Buah Raperda Usul Eksekutif. 

Rapat ketiga pada pukul 15.30 Wib dengan agenda : 

1. Tanggapan Dan/Atau Jawaban Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Cianjur Terhadap Pendapat Bupati Cianjur Atas 3 (Tiga) Buah Raperda Usul Prakarsa DPRD Kabupaten Cianjur. 

2. Jawaban Eksekutif Terhadap Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Atas 2 (Dua) Buah Raperda Usul Eksekutif. 

3. Pembentukan Panitia Khusus DPRD Kabupaten Cianjur Pembahas 3 (Tiga) Buah Raperda Usul Prakarsa DPRD Kabupaten Cianjur Dan 2 (Dua) Buah Raperda Usul Eksekutif Serta Pembentukan Panitia Khusus DPRD Kabupaten Cianjur Penyusun Rancangan Peraturan DPRD Kabupaten Cianjur Tentang Kode Etik Dan Tata Beracara Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Cianjur. 

Interupsi Fraksi Golkar 

Rapat paripurna pertama diwarnai interupsi dari Ketua Fraksi Golongan Karya (Golkar), Asep Iwan Gusniardi.

Legislator partai berlambang beringin itu mengkritisi sikap Bupati Cianjur Wahyu Ferdian yang tak menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Cianjur. 

Interupsi disampaikan usai Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifa’i Azhari menyampaikan Nota Pengantar Bupati Cianjur Tentang 2 (Dua) Buah Raperda Usulan Eksekutif. 

Sekda sempat menjawab interupsi tersebut. Ia mengungkapkan alasan ketidakhadiran Bupati dikarenakan ada kegiatan, begitupun dengan Wakil bupati yang sedang ada kegiatan di Kementrian.  

Jawaban Sekda ditimpali Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika yang saat itu memimpin langsung jalannya rapat paripurna. Ia menanyakan kepada orang  ketiga di Pemkab Cianjur itu terkait kegiatan yang dihadiri Bupati. 

Menanggapi pertanyaan itu Sekda membuka handphonenya, kemudian ia menjawab bahwa Bupati tengah menghadiri kegiatan di SMA 1 Warungkondang. 

Ditemui usai rapat paripurna, Asep Iwan Gusniardi mengatakan sebenarnya ia menunggu Sekda menyampaikan tentang ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati. 

“Tapi ternyata pak sekda tidak menyampaikan, dan saya interupsi mempertanyakan alasan ketidakhadiran karena sudah tiga kali paripurna Pak Bupati tidak hadir,"katanya kepada wartawan. 

“Tadi pak Sekda menjawab, Pak Bupati sedang ada kegiatan di SMA 1 Warungkondang,"pungkasnya seraya berharap kedepannya Bupati bisa lebih bersinergi lagi dengan DPRD dan bisa hadir ketika paripurna. 

Ada Bupati Pandangan Fraksi Tajam Mengkritisi

Rapat paripurna kedua berlangsung molor dari waktu yang sudah dijadwalkan. Memastikan kehadiran Bupati, rapat baru dilaksanakan sekitar pukul 16.30 Wib.

Bupati Wahyu akhirnya tampil di podium rapat paripurna DPRD Kabupaten Cianjur menyampaikan pendapatnya terkait raperda yang diusulkan wakil rakyat.

Interupsi fraksi diawal rapat paripurna seperti dianggap biasa saja. Pasalnya, tak ada kata permintaan maaf yang terucap diawal penyampaian pendapat dari orang nomor satu di Cianjur itu. Apalagi menjelaskan alasan ketidakhadirannya.

Sementara itu pandangan beberapa fraksi termasuk partai Gerindra dan NasDem yang nota bene sebagai partai pengusung terdengar nyaring dan pedas menyikapi raperda penyertaan modal untuk Perumdam Tirta Mukti yang diusulkan eksekutif. 

Bahkan fraksi Golkar dalam pandangan fraksinya kembali memasukan butiran kekecewaan atas ketidakhadiran Bupati pada beberapa kali gelar rapat paripurna.

Spanduk "Keluarga Sanusi"

Rapat paripurna ketiga yang digelar sekitar pukul 20.00 Wib diwarnai aksi protes dari mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur.

Awalnya, mereka berada di lantai satu untuk menyimak jalannya rapat dan mendengarkan pandangan yang disampaikan fraksi.

Namun situasi berubah ketika Bupati naik podium, menyampaikan jawaban atas pandangan tersebut. 

Sejumlah mahasiswa tiba-tiba membentangkan spanduk berukuran sekitar 2x1 meter bertuliskan “Keluarga Sanusi (Santun Tapi Korupsi)”. 

Tamu undangan termasuk Ketua dan Wakil Pimpinan terlihat kaget melihat aksi tersebut. Meski begitu penyampaian penyertaan sikap para pemuda tak menggangu jalannya sidang. 

Bahkan Bupati pun tetap konsen membacakan jawabannya, seolah tidak terjadi apa apa.

Ketegangan baru terjadi setelah datangnya sekelompok pemuda yang tiba tiba datang lalu merebut paksa spanduk tersebut.

Kericuhan pun tak terhindarkan, ditandai dengan aksi saling tarik dan adu mulut antara kedua kelompok. Mahasiswa berupaya mengambil kembali spanduk yang sempat direbut, sebelum akhirnya situasi berhasil diredam.

Ketua DPC GMNI Cianjur, Agus Rama Tunggara, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk pengawalan terhadap tata kelola pemerintahan daerah, khususnya terkait penggunaan anggaran publik.

“Persoalan kita berada di DPRD. Kita ingin mengawal bagaimana tata kelola pemerintahan daerah dan memastikan anggaran publik disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,"ujar Rama Selasa (21/4/2026).

Terkait kericuhan yang terjadi, Rama menegaskan bahwa pihaknya tidak memulai insiden tersebut. Ia menduga terdapat pihak lain yang ingin mengganggu fokus aksi mahasiswa.

“Percikan itu sudah kami selesaikan dengan diskusi, dan pada akhirnya kami saling memaafkan,"pungkasnya.




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE