Mengugah Rasa, Bersama Menjemput Asa untuk Indonesia Tercinta

Mengugah Rasa, Bersama Menjemput Asa untuk Indonesia Tercinta

Foto : Ilustrasi.Mahar


CIANJUR.Maharnews.com- Wabah Pandemi Covid 19 mendekati tahun kedua melanda Negeri Kita. 

Peringatan 76 tahun HUT Bangsa Indonesia dipastikan disaat Ibu Pertiwi masih dirundung duka, seiring banyaknya anak bangsa yang kembali berpulang kepangkuannya. 

Negara kita sedang diuji ketangguhannya. Seberapa tangguhnya kita melawan, menghadapi wabah yang saat ini sedang duduk di kursi Singasana Sang Raja. 

Bangsa kita sedang dihambat pertumbuhannya. Didesak sang wabah agar tak beranjak dari status Berkembang ditengah kemajuan dunia. 

Pandemi seolah harga mati yang tak mampu diatasi, perlahan namun pasti mengerogoti persatuan NKRI. 

Covid 19 tak ubahnya serangan dari luar yang tak mampu dibalas. Meretas tanpa batas dari kalangan bawah hingga atas. 

Nusantara bak lautan bewarna merah darah. Ketika kabupaten kota menyandang label berzona merah. 

Pengusaha kompak merintih, karena roda usaha berjalan tertatih tatih. Pendapatan tinggal impian, gulung tikarpun mau tak mau jadi pilihan. 

Ekonomi masyarakat tertekan, perselisihanpun tak terelakan disaat upaya pemerintah menekan laju penyebaran. 

Kebijakan Paduka jadi sasaran karena dirasa memberatkan. Bendera putihpun akhirnya dikibarkan, tanda sudah tak tahan menghadapi keadaan. 

Vaksinasi kini jadi andalan meski uang rakyat bobol hingga 400 Triliunan. Syareat sudah dijalankan tinggal tunggu datangnya keajaiban dari kuasa Tuhan. 

HUT Kemerdekaan sudah didepan mata. Ada baiknya kita merdekakan kaum anak yang sudah tak punya bapa. 

Boleh jadi kita lupa dengan mereka, sehingga wabah enggan beranjak pergi dari bumi Nusantara. 

Bersama mereka kita panjatkan doa. Menjemput asa untuk Indonesia tercinta. Segera terbebas dari belenggu wabah yang mendunia. 

Kita jadikan sebenar benarnya Indonesia Tangguh.

Kita wujudkan sejatinya Indonesia Tumbuh. 

Indonesia yang Gemah Ripah, repeh dan gak pake ripuh. 




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE