Kabid Dinsos Diusir Ketua Komisi D Saat Rapat Kerja, Ini Alasanya

Foto : Ketua Komisi D Sahli Saidi
CIANJUR. Maharnews.com - Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengusir Kepala Bidang (Kabid) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur saat rapat kerja berlangsung, Senin (9/3/2020).
Pantauan diloksi kegiatan rapat kerja Komisi D, di hadiri dinas sosial (Dinsos) yang diwakili Kepala Bidang, saat komisi D mengajukan beberapa pertanyaan soal data keluarga pemenerima manfaat (KPM) tidak tepat sasaran yang dilontarkan dijawab tidak dengan fakta atau data.
Ketua Komisi D Sahli Saidi saat di konfirmasi seusai rapat, terkait dengan sikapnya yang dengan tegas mengusir salah satu perwakilan Dinas Sosial mengTakan, Jadi ada beberapa pertanyaan yang kita lontarkan dari Komisi D, yang di Jawab tidak dengan fakta atau data.
"Jadi beberapa pertanyaan yang kita lontarkan dari komisi D yang dijawab tadi tidak dengan fakta atau data. Dan kita pertanyakan kenapa data tidak dibawa pihaknya beralasan kerna besok ada kedatangan menteri.
Tapi bukan masalah itu, karena masih ada waktu kalau bisa. Karena komisi D telah melayangkan surat beberpa waktu lalu. Kalau memang dinas itu peduli dengan komisi D dan beberapa pertanyaan dari masyarakat tentang program yang ada di Dinsos seharusnya dia paham dia bawa data gitu.
"Komisi D juga tetep mempertanyakan tolong di ekspos atau data-data yang miskin berapa, data miskinnya sudah turun berapa, tapi masih ada. Kalau kemiskinan menurun pasti RT dan RW tidak menerima jatah atau menerima bantuan seperti yang ada berita di maharnews.com," Tukas Sahli Saidi.
Selain itu Lagislator Fraksi Partai Gerindra Sahli juga merasa kesal dan marah atas sikap dari Dinsos, hingga akhirnya dalam rapat kerja tersebut menyuruh keluar Kabid Dinas Sosial.
"Tadi komisi D sangat marah sekali, makanya langsung disuluruh keluar dari ruangan rapat kerja komisi. Kita berharap harus bawa data jadi kita ngomong dari data. Kita gak mau ngomong-ngomong seperti itu kaya bercakap-cakap. Kalau datanya benar kita akan dukung.
Tapi kalau salah dia ngomong A tapi di data B itu kan tidak cocok. Makanya dari situ jadi kita marah sekali dengan dinsos. yang di wakili sama kabid nya. Makanya kita suruh balik aja. Kita akan panggil ulang untuk membawa data yang lengkap karena itu bersangkutan dengan masyarakat.
"Dan satu lagi saya tanyakan masalah yang tidak tepat sasaran tidak punya data, tidak punya KTP tidak punya KK nah itu kan tupoksi dia Dinsos sebagai penyelenggara. Bagaimana caranya mewakili masyarakat yang tidak mampu untuk membikin data-data tersebut supaya bisa mendapatkan," Sabung Sahli.
Jadi lanjut Sahli, jangan ada alasan gak punya KK terus tidak bisa mendapatkan. Sedangkan yang mampu bisa mendapatkan, tapi orang yang tidak mampu tidak bisa mendapatkan. Ini PR buat Dinsos, kita tidak mau mendengar lagi," Pungkasnya.
Sementara Kabid Dinsos saat hendak dikonfirmasi pihaknya bergegas pergi dan meninggalkan Gedung wakil rakyat. (NN)
- Tiga Sayap Partai Gerindra, Harga Mati Siap Rebut Kursi Pendopo di Pilkada 2020
- Petinggi Bantah Ada Keretakan, NasDem Dengan Atau Tanpa TMS di Pilkada Cianjur
- Deklarasi Koalisi Parpol Pengusung Herman- Mulyana Tanpa Kehadiran TMS
- Terkuak Ketua RT/RW Dapat Bantuan BPNT - PKH, Setelah Rumahnya Ditandai Stiker
- Digugat Ketua Karang Taruna, Ini Tanggapan Plt Bupati Cianjur
- Polres Cianjur Pantau Pusat Perbelanjaan, Antisipasi Tindak Pidana dan Antrian Akibat Viral Virus Corona
- Tim Formatur 7 : Siap Melakukan Penjaringan Balon Ketum IAS (Stekmal) Periode 2021-2024