Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Kaji Ulang Dulu Bos!! Jangan Karena Cuan, Keselamatan Masyarakat Dinomor Duakan

Kaji Ulang Dulu Bos!! Jangan Karena Cuan, Keselamatan Masyarakat Dinomor Duakan

Foto : Tolak proyek Geothermal, masyarakat hadang alat berat yang diturunkan pengembang proyek Geothermal saat memasuki lokasi kaki Gunung Gede Pangrango di Cianjur


Maharnews.com-Aktivis Cianjur Hendra Malik mendesak Pemerintah dan pengembang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Gede Pangrango untuk melakukan moratorium total dan pengkajian ulang terhadap seluruh aktivitas proyek. 

Ia beralasan terjadinya aktivitas seismik tahun 2022 lalu yang mengguncang wilayah tersebut dinilai telah mengubah konstelasi keamanan geologis secara drastis. 

Pentolan LSM PRABHU ini mengingatkan keselamatan rakyat paling utama dan Hukum Tertinggi, memaksakan melanjutkan proyek di tengah kondisi tanah yang labil adalah bentuk pengabaian nyata terhadap keselamatan publik. 

"Melanjutkan pengeboran dan injeksi fluida di jantung zona sesar aktif pasca-gempa bukan sekadar keputusan bisnis yang berisiko, melainkan sebuah kecerobohan sistematis yang mempertaruhkan nyawa ribuan warga di kaki gunung. Kami tidak akan membiarkan Gede Pangrango dijadikan laboratorium bencana demi ambisi energi,"tegasnya.

Atas nama keselamatan masyarakat, Hendra menyampaikan tiga tuntutan utama yang harus dilakukan oleh pemerintah :

1. Audit Geologis Independen & Terbuka: Kami menuntut dibentuknya tim investigasi independen yang melibatkan pakar seismologi dan hidrologi untuk menguji ulang stabilitas struktur batuan. Dokumen Amdal lama dinyatakan kadaluwarsa karena tidak lagi relevan dengan kondisi geomorfologi pasca-gempa. 

2. Transparansi Risiko Gempa Induksi (Induced Seismicity): Pemerintah wajib membuka data kepada publik mengenai potensi keterkaitan antara aktivitas geothermal dengan pemicuan patahan lokal. Rakyat berhak tahu apakah rumah mereka berada di atas ancaman gempa buatan atau tidak. 

3. Lindungi Menara Air Jawa Barat: Kawasan Gede Pangrango adalah penyangga hidrologis vital. Kerusakan jalur akuifer akibat intervensi mekanis di bawah tanah yang tidak stabil akan menyebabkan krisis air permanen bagi jutaan penduduk di Jawa Barat hingga Jakarta. 

Aktivis berpenampilan bak musisi Ahmad Dani ini menyatakan pihaknya bukan anti terhadap transisi energi hijau, namun menolak keras jika "energi bersih" tersebut diperoleh dengan cara yang "kotor" secara etika keselamatan. 

"Kami mendukung energi terbarukan, tapi tidak dengan cara menumbalkan ruang hidup rakyat dan merusak ekosistem konservasi. Pembangunan harus selaras dengan karakter alam, bukan melawan hukum alam yang sudah jelas memberikan peringatan melalui gempa," kata Hendra.

"Perlu diingat juga bahwa Gunung Gede Pangrango punya karakteristik yang berbeda dengan gunung yang lainnya,"pungkasnya.




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE