Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Dihadapan Wartawan PT DMGP Jamin Pengeboran Proyek Geothermal Tak Picu Gempa Tektonik

Dihadapan Wartawan PT DMGP Jamin Pengeboran Proyek Geothermal Tak Picu Gempa Tektonik

Foto : Projet Manager Office PT DMGP Yunis Latif saat menjelaskan soal kedalaman pengeboran sumur proyek Geothermal yang akan menembus lapisan kulit bumi


Maharnews.com- PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) menjamin kegiatan pengeboran proyek Geothermal di kaki Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur Jawa Barat tidak akan memicu aktivitas gempa tektonik.

Hal tersebut disampaikan Yunis Latif Project Manager Officer PT (DMGP) pada saat kegiatan sosialisasi proyek Geothermal kepada wartawan di bawah naungan PWI kabupaten Cianjur, Rabu 11 Februari 2026 di Cafe Lorong Temu.

"Jadi pengeboran nanti tidak akan memicu gempa tektonik,"ujarnya kepada awak media saat menjelaskan terkait kegiatan pengeboran pada proyek Geothermal.

Peria berusia 64 tahun itu yakin dikarenakan kegiataan pengeboran untuk sumur Geothermal tidak sampai pada lapisan kulit bumi paling dalam.

"Kedalamannya itu paling hanya 2,5 sampai dengan 3 KM,"kata Yunis.

Sementara itu Humas PT (DMGP) Imron Rosyadi menegaskan sampai saat ini  PT DMGP sama sekali belum pernah melakukan kegiatan pengeboran di wilayah Gede Pangrango, meskipun sudah mengantongi izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPMRI) terkait penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi di Gede Pangrango, 

"Izinnya sudah ada dari BKPMRI per 15 Juni 2022. Tapi sama sekali kita belum pernah melakukan pengeboran disana,"tegas Imron sambil menunjukan SK yang sudah diterbitkan BKPMRI.

Selama ini jelas Imron, kegiatan yang sudah dilakukan pihak perusahaan diantaranya yaitu sosialisasi dan proses pembebasan lahan.

"Kegiatan kita baru sebatas sosialisasi dan pembebasan lahan. Termasuk menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi Cianjur,"ungkapnya.

Seperti diketahui, pada akhir tahun 2022 lalu Kabupaten Cianjur dilanda bencana gempa bumi. Gempa darat berkekuatan 4,6 Magnitudo dengan kedalaman 10 Km itu mengakibatkan kerusakan besar di sejumlah wilayah lereng Gunung Gede Pangrango termasuk jantung ibu kota Cianjur.




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE