Ketika Lambang Negara Direndahkan Dilecehkan, Ini yang Bakal Terjadi Kata KDM

Foto : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan amanatnya kepada pasukan Paskibraka Provinsi Jawa Barat Tahun 2025
CIANJUR.Maharnews.com- Sebuah gelombang aksi besar yang bakal terjadi di tanah air ketika lambang Negara direndahkan atupun dilecehkan digambarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Hal tersebut diungkapkan orang nomor satu di Jabar yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini pada saat menyampaikan pidato amanatnya sebagai pembina Upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Barat tahun 2025 di Aula Barat Gedung Sate, Jumat 15 Agustus 2025.
Berikut kutipan pidato sambutannya;
"Pagi hari ini adalah pagi yang bersejarah yang merupakan catatan yang sangat indah dalam perjalanan anda sebagai generasi muda Negara Kesatuan Republik Indonesia, generasi muda Jawa Barat dari sekian banyak orang yang mengikuti seleksi anda semua adalah orang orang, siswa siswa para kesatria terpilih untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih.
Simbol pengibaran adalah merupakan hal yang menjadi kelaziman dalam kehidupan berbangsa, berbudaya dan beragama. Dalam kehidupan berbangsa ada yang disebut Lambang Negara. Dalam kehidupan berbudaya ada yang menjadi Lambang Daerah. Dalam kehidupan beragama juga ada lambang dan simbol simbol agama.
Seluruh lambang lambang itu selalu kita sakralkan dalam setiap waktu, selaku kita hormati.
Manakala direndahkan, manakala dilecehkan maka gemuruh perlawanan dan kemarahan akan bergema di seluruh daerah, di seluruh Nusantara, di seluruh hati setiap manusia yang menyakini simbol simbol itu sebagai lambang kesucian, lambang keadilan, lambang kearifan, lambang kebijakan.
Itu adalah konsekwensi, karena hidup diisi dengan simbol. Ada simbol warna, ada simbol busana, ada simbol ikat kepala, ada simbol alas kaki, hidup adalah simbol.
Tetapi kita tidak boleh berhenti pada simbol. Kalau kita hidup hanya membesarkan simbol tanpa memahami isi dari simbol itu, maka kita akan menjadi pemuja tanpa makna.
Simbol adalah lambang yang didalamnya mengandung makna filosofi yang mendasar tentang makna merah tentang makna putih tentang keberanian berkorban tentang mengabdikan diri atau totalitas, kata orang Sunda "Tiluhur sausap rambut tihandap siibas dampal, buuk salambar getis satetes" semuanya adalah dibaktikan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena kalimat dibaktikan maka dalam ideologi kebudayaan para pengabdi, para pembakti itu disebutlah budak, Cak dalam bahasa Jawa. Maka dalam kaidah Sunda ada yang disebut dengan budak angon.
Budak angon dilambangkan sebagai seorang Satria Pinihgit yang mampu mengelola, menjadi cahaya dalam kehidupan membawa penerangan menuju jalan kebajikan, jalan kemulyaan dalam jalan keadilan.
Tetapi sesungguhnya budak itu adalah orang yang mau diperbudak dirinya, oleh siapa? Dia mau diperbudak oleh Negaranya, dia mau diperbudak oleh rakyatnya, dia mau melakukan apapun sebagai budak, demi apa? Demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, demi tegaknya NKRI yang dilambangkan dengan tumbuhnya semangat keadilan dan kemakmuran.
- Kabar Duka Mencuat Dari Lapas Klas II B Cianjur, Begini Kondisi DG!
- Pengurus KORMI Cianjur Resmi Dilantik, Ini Komitmen Ganjar Ramadhan
- Jawaban KDM Saat Ditanya Kadar Cinta dan Penghargaannya Pada Pusaka Merah Putih
- Ini Penyebab Belasan Santriwati Keracunan Usai Santap Menu MBG
- Puisi untuk Dalem Muda Cianjur "Bendera Darah dan Air Mata
- Nyanyian Sunyi Para Pengangguran di Cianjur
- Tindakan Kekerasan Terhadap Jurnalis Terus Terulang, PWI-IJTi Cianjur Murka!!