Tender 2021, Soal Kemungkinan Pokja Bermain, Ini Kata Kabag Barjas

Tender 2021, Soal Kemungkinan Pokja Bermain, Ini Kata Kabag Barjas

Foto : Kepala Barang dan Jasa Eri Rihandiar


CIANJUR.Maharnews.com- Pelaksanaan tender tahun anggaran 2021 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur tengah memanas. 

Munculnya salah satu rekanan yang berhasil memenangkan tender beberapa paket, menjadi salah satu penyulutnya. 

Seiring dengan itu mencuat kabar miring soal Barjas Cianjur yaitu tudingan adanya dugaan permainan di Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja). 

Kabar miring itupun sempat dibahas pula dalam rapat kerja DPRD Cianjur dengan Barjas, Selasa (13/7/2021). Bahkan salah seorang anggota dewan meminta agar Kepala Barjas mengawasi ketat anak buahnya (Pokja). 

Kepala Barang dan Jasa Cianjur, Eri Rihandiar saat dikonfirmasi soal adanya dugaan permainan Pokja menegaskan kalau Pokja itu diawasi oleh berbagai pihak, termasuk Aparat Penegak Hukum (APH), dan masing masing anggota Pokja juga bertanggungjawab atas pekerjaannya. 

"Masing masing punya ada rasa tanggung jawab dan ketakutan juga kalau sampai nantinya diperiksa,"ujar Eri saat ditemui di halaman kantor DPRD Cianjur seusai rapat kerja degan komisi DPRD Cianjur. 

Saat ditanya bagaimana dengan permintaan anggota dewan soal pengawasan lebih ketat terhadap anak buah? 

"Mengenai pengawasan itu, tentunya akan kita lakukan perketat lagi,"jawabnya. 

Sebelumnya, anggota Komisi B, Asep Iwan meminta Kepala Barang dan Jasa Setda Cianjur, Eri Rihandiar mengawasi ketat anak buahnya, khususnya tim Pokja. 

Hal tersebut disampaikan Asep saat rapat kerja Komisi A, B dan C dengan Barang dan Jasa di ruang Bandan Anggaran DPRD Cianjur, Selasa (13/7/2021). 

Legislator dari partai Golkar itu menilai pengawasan tersebut harus dilakukan karena tidak menutup kemungkinan adanya oknum Pokja yang bermain dalam proses tender yang sekarang ini tengah dilaksanakan. 

"Pa Eri harus mengawasi anak buahnya lebih ketat lagi. Soalnya tidak menutup kemungkinan ada oknum pokja yang bermain,"ujarnya 

Ia menuturkan, munculnya ada dugaan permainan tersebut menyusul adanya satu perusahaan yang bisa menang tender lebih dari 2 paket. 

"Soal itu jadi pertanyaan berbagai kalangan juga. Saya harap Pa Eri lebih ketat mengawasi anak buah,"tegasnya. 




Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE