Ngopi Sembari Update Informasi - Berita

Jamaras Agro Farm Terancam Disegel

Jamaras Agro Farm Terancam Disegel

Foto : Cianjur Government Watch (CGW)


CIANJUR.maharnews.com - Izin Jamaras Agro Farm destinasi eduwisata terancam tidak diterbitkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur.

Izin Jamaras Agro Farm terancam tidak diterbitkan menyusul adanya surat edaran Gubernur Jawa Barat tentang penundaan penertiban izin pembangunan restoran, kafe, hotel, dan destinasi wisata di daerah rawan bencana.

Koordinator Cianjur Government Watch (CGW), Hadi Dziri Nur meyakini bahwa izin agro duwisata tersebut tidak akan terbit mengingat berada di lokasi rawan bencana alam.

“Saya punya keyakinan izin agro duwisata Jamaras tidak akan terbit selain berada di titik rawan bencana, namun, terganjal surat edaran Gubernur Jabar tersebut," ujar Hadi, Kamis 29 Januari 2026.

Sehingga, kata Hadi, secara regulasi perizinan dinilai sulit untuk diterbitkan dan diyakini izin agro duwisata tersebut tidak akan keluar. Berdasarkan regulasi tersebut, pembangunan dan operasional usaha di kawasan rawan bencana seharusnya tidak dilanjutkan.

Hadi mengatakan bahwa Jamaras Agro Farm destinasi eduwisata ini telah lama berdiri, dan sudah ada aktivitas komersial, termasuk penyewaan vila dengan tarif yang disebut mencapai sekitar satu juta rupiah per malam.

"Sementara pihaknya belum memiliki izin lengkap, namun, sudah ada aktivitas komersial, seharusnya pihak Satpol-PP segera bertindak menegakan peraturan daerah (perda), dan menyegel agro tersebut," tandasnya.

Hadi berharap, Satpol PP Kabupaten Cianjur untuk tidak ragu mengambil langkah dan melakukan tindakan tegas berupa penyegelan terhadap seluruh aktivitas Jamaras.

"Tidak boleh ada pembiaran, dan pandang bulu meski pemilik adalah mantan bupati Cianjur, agro duwisata ini sudah lama beroperasi. Tutup donk!," tegasnya.

Namun demikian, Hadi memberikan apresiasi atas langkah dinas terkait yang telah melakukan kunjungan lapangan guna memastikan kelengkapan perizinan Jamaras. 

"Ini sebuah respon positif bahwa kerja advokasi yang dilakukan CGW mulai berdampak. Alhamdulillah hari ini ada peristiwa penting bahwa dinas terkait turun ke lapangan untuk memastikan perizina Jamaras," pungkasnya.



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE