Optimalkan Pendapatan Daerah 2026, Bapenda Cianjur Susun Langkah Strategis

Foto : Bapenda Cianjur buka layanan informasi pajak daerah saat acara car-free day
CIANJUR.Maharnews.com- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah menyusun berbagai langkah strategis menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini. Upaya itu dilakukan untuk lebih mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah.
Kepala Bapenda Kabupaten Cianjur, Dr. Cicih Permasih, SH, MM, memandang perlu melakukan berbagai langkah strategis agar penerimaan pajak dan retribusi daerah bisa lebih optimal. Di antara langkah strategis itu dilakukan melalui berbagai inovasi, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, serta penguatan sinergitas lintas sektor.
"Termasuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada wajib pajak untuk mendongrak penerimaan PAD," kata Cicih didampingi Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Bapenda Kabupaten Cianjur, Lucky Hermansyah, Jumat (2/1/2026).
Bukukan penerimaan Rp389,4 miliar
Pada 2025, realisasi penerimaan pajak daerah yang tercatat hingga 31 Desember mencapai Rp389,4 miliar. Secara persentase, capaiannya sekitar 92,85% dari target yang ditetapkan sebesar Rp419,4 miliar.
Cicih menyebut, dilihat dari sisi persentase, realisasi penerimaan pajak daerah sepanjang 2025 relatif belum optimal. Namun, dari nilai akumulasi secara nominal terjadi peningkatan yang cukup signifikan.
Cicih membandingkan dengan realisasi penerimaan pajak daerah pada 2024. Pada tahun itu Bapenda Kabupaten Cianjur membukukan penerimaan pajak daerah sebesar Rp291,4 miliar atau 104,68% dari target sebesar Rp278 miliar.
"Penerimaan pajak daerah pada 2025 meningkat sekitar Rp98 miliar dibanding 2024," ucapnya.
Beberapa sektor pajak daerah berkontribusi positif terhadap realisasi penerimaan sepanjang 2025, bahkan melampaui target. Catatan Bapenda Kabupaten Cianjur, sektor pajak daerah yang memperlihatkan kinerja sangat positif terhadap penerimaan yakni pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Sektor ini mencatat realisasi penerimaan tertinggi dengan capaian 151,90%. Kemudian pajak sarang burung walet sebesar 113,02%, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) juga melampaui target dengan realisasi penerimaan 101,04%, dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) terealisasi sebesar 100,03 persen.
Terdapat juga jenis pajak lainnya yang menunjukkan kinerja positif namun belum sepenuhnyamencapai target. Antara lain pajak air tanah yang realisasinya sebesar 96,67%, pajak reklame realisasinya sebesar 94,54%, dan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) dengan realisasi 91,87% dari target yang ditetapkan.
"Sementara itu, ada juga yang realisasinya di bawah 90% yakni opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 84,32% dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 75,87%," imbuh Cicih.
Relaksasi
Di tengah berbagai upaya menggenjot penerimaan pendapatan daerah, Bapenda Kabupaten Cianjur memberikan kebijakan relaksasi kepada masyarakat selama tahun 2025. Upayanya dilakukan dengan menerapkan program diskon BPHTB serta pengurangan PBB bagi wajib pajak orang pribadi.
"Program ini merupakan bentuk pelayanan dari pemerintah daerah kepada masyarakat dengan tujuan memudahkan dan meringankan," tegasnya.
Cicih menuturkan, berbagai pajak yang diterima pemerintah daerah tentunya dimanfaatkan kembali bagi masyarakat. Terutama untuk menyokong pembangunan di segala bidang.
"Kami, Bapenda Kabupaten Cianjur atas nama pemerintah daerah, mengucapkan terima kasih kepada seluruh wajib pajak atas partisipasi dan kepatuhannya memenuhi kewajiban perpajakan daerah," pungkasnya. (*)
- Redaksi Maharnews: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026
- Irfan Aulia Budiman: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026
- Azis Muslim: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026
- Susilawati: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026
- Hendra Malik: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026
- Ketua DPRD Cianjur: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026
- Ganjar Ramadhan: Selamat Natal dan Tahun Baru 2026














