234 SC Desak Dewan Buat Peraturan Baru Prioritas Kesehatan Bagi Warga Miskin

234 SC Desak Dewan Buat Peraturan Baru Prioritas Kesehatan Bagi Warga Miskin

Foto : 234 SC saat melakukan Audensi di rungan rapat DPRD Cianjur, Kamis (3/10/2019)


CIANJUR. Maharnews.com - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang digadang-gadang pemerintah Kabupaten Cianjur, bakal mencapai target yang diharapkan pada tahun 2025, kendati naik satu tingkat di angka 1,44 tahun 2019 ini. 

Namun hal tersebut nampaknya sangat sulit untuk mecapai target, lantaran IPM khususnya dibidang kesehatan masih nampak carut marut, terlebih pada akses pelayanan kesehatan bagi warga miskin.

"Tuntutan kita terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, utamanya IPM Cianjur, yang memang rendah meskipun naik satu tingkat. Salah satunya, dalam bidang kesehatan," Ujar Mahasiswa organisasi Solidarity Community (SC) 234 Regional Wilayah (Regwil) Kabupaten Cianjur, usai kegiatan Audensi di Gedung wakil rakyat, Kamis (3/10/2019).

Dia menegaskan, kita menuntut kepada Dewan itu, untuk memperbaiki prioritas akses kesehatan di Kabupaten Cianjur. Dan untuk lebih memperhatikan lagi, terutama masyarakat miskin yang memang sulit untuk mendapatkan akses dibidang kesehatan.

Lalu pendidikan dan untuk kesejahtraan sosial masyarakat pada umumnya, nah harapan kami tentunya akses layanan kesehatan warga miskin melalui program SKTM itu diaktifkan kembali seperti semula.

"Dan kalau bisa dewan membuat peraturan yang baru untuk mempermudah masyarakat miskin untuk memproleh akses kesehatan tersebut,"Tandasnya.

Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melalui fraksi Gerindra Prasetyo mengatakan, Kita apresiasi para mahasiswa SC dalam menyampaikan aspirasinya melalui audensi seperti ini.

"Tuntutan yang diajukan temen-temen Mahsiswa 234 SC Ini, merupakan salah satu agenda partai Gerindra yang ada di komisi D.

Insya Allah kita akan memperhatikan, sejauh mana progres Rumah Sakit khususnya RSUD Sanyang Cianjur, dalam melayani kesehatan masyarakat di Kabupaten Cianjur,"Ujarnya.

Disinggung soal pelayanan RSUD Sayang yang dinilai warga carut marut, Prasetyo menegaskan.

"Memang masalah ini tidak bisa hanya di selesaikan oleh RSUD Sayang. Kita juga harus bagaimana menciptakan puskesmas-puskesmas yang ada di kecamatan, bisa melayani kondisi kesehatan masyarakat yang ada di wilayah masing-masing.

Karena kalau puskesmas bisa menyelesaikan atau bisa melayani kesehatan dengan baik, Insya Allah masalah yang ada di rumah sakit RSUD dapat tertangani. 

Kita yakin, ini masalahnya adalah karena puskesmas-puskesmas yang ada ditingkat kecamatan, mungkin belum banyak memberikan pelayanan yang cukup terhadap masyarakat,"Sambung 

"Sehingga ketika masyarakat membutuhkan kesehatan, itu langsung lari ke RSUD Kabupaten, Dan untuk penegasan, yang pertama adalah kita akan melakukan investigasi dulu dan berdialog dulu dengan rumah sakit Cianjur. Untuk mengetahui sejauh mana permasalahan -permasalahan selama ini terjadi di RSUD," Pungkasnya Prasetyo. (NN)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Semua Komentar

Komentar