Dana Konstruksi Pembangunan RKB Tak Kunjung Cair, Kabid SMP Sebut : DPA Belum Ditandatangani

Dana Konstruksi Pembangunan RKB Tak Kunjung Cair,  Kabid SMP Sebut : DPA Belum Ditandatangani

Foto : Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Cupi Kanigara, saat di wawancarai usai Audensi dengan CAI


CIANJUR. Maharnews.com - Anggaran dana pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Sekolah SD/SMP bersumber dari bantuan Provinsi Jawa Barat, sampai saat ini tak kunjung dibayarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur kepada jasa penerima konstruksi (rekanan).

Hal tersebut terungkap, saat Cianjur Aktivis Independen (CAI) melakukan audensi di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 3, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kamis (1/4/2021).

Direktur CAI Farid Andi mengungkapkan, padahal, dana bantuan sudah di transfer dari provinsi, dan sudah masuk per tanggal 31 Desember 2020, namun sampai 1 april 2021 ini, tidak kunjung di bayarkan pihak Pemda.

Kami menduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan Disdik, sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak penerima jasa kontruksi RKB," Tukas Farid.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Cupi Kanigara mengatakan, yang menjadi kendala kenapa belum bisa di transfer kepada penyedia jasa konruksi meski pun sekarang kondisi di lapangan sudah 100 persen. 

"Pertama ada beberapa aspek legal yang harus diselesaikan. Misalnya DPA perubahannya sampai dengan saat ini belum ditandatangani, atau belum di setujui oleh pihak TAPD," Ujarnya.

Lebih rinci Cupi Kanigara mengatakan, keterkaitan dengan pengelolaan ke uangan di dinas yang sampai saat ini, SK nya belum keluar, terkait dengan KPA.

Karena kalau belum ada SK tersebut kan belum bisa penandatanganan SPK maupun SPN. Tapi mudah mudahan hal tersebut sudah disampaikan kepada dinas yang menangani.

"Karena domainnya ini bukan hanya di Dinas Pendidikan, bagian hukum pun ikut berkontribusi, ketika mereka bisa mempercepat proses peng SK an dan ditandatangani Bupati, kemudian DPKAD pun ikut berkontribusi juga untuk percepatan ini," tandasnya.

Disinggung jumlah sekolah SD/SMP di kabupaten Cianjur yang mendapatkan bantuan provinsi, untuk pembagunan RKB, Cupi mengatakan, lumayan banyak juga.

"Untuk SMP itu sekitar 50 sekolah, dan kemudian SD, jadi secara detailnya saya belum bisa menyampaikan secara pasti, yang jelas SMP 50 yunit di tambah SD yang sampai seratusan yunit, jadi lumayan juga," Pungkasnya. (Nn)



Tulis Komentar Facebook

Komentar Facebook

Bijaksana dan bertanggung jawablah dalam berkomentar, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE